ombak berbisik
saat senja menanggalkan cahaya
menggugurkan harapan
dan menumbuhkan hikmah perjalanan
bagai kapal berlayar menjauh dari dermaga
ingin kutemukan kembali pulau yang sepi
sejak dingin memisahkan tawa dan kesedihan
tak pernah lagi kutapaki
jejak yang samar bagai desir;
menyerap air mata terakhir.
Tag Puisi: perjalanan yang penuh makna
-
Jejak di Pasir
-
Jejak di Hutan Sunyi
Aku melangkah kembali
Banyak yang tak dikenal
daun-daun bergetar, burung-burung, cahaya
serta embun yang terhampar di pagi yang lain
suara angin telah berganti dan kupunya rasa
juga disinari sinar yang berbeda
Hanya
Kesunyian tetap berdiam
Lebih sunyi aku di lorong-lorong hutan
lebih sunyi pula saat berada di antara
yang menanti dan yang pergi
Telinga kanan masih terpejam
ditarik kerinduan yang sesekali
seterang
petir
1952
-
Hujan di Ujung Jalan
Di sudut hati ini, awan menggantung kelabu
Yang beratnya lebih dalam dari lautan tak bertepi
Seuntai harap merayap di antara tetes air mata
Akankah kita bersinar seperti embun saat pagi menjelang
Hujan menyapa langkahku yang terhenti
Aku terdiam menatap jalan setapak yang berliku
Meski suara hati terbungkam menahan getir rasa
Namun jiwa ini masih saja berteriak penuh rindu!
Hujan, aku merindu…!!!
-
Kisah di Ujung Jalan
Jika perjalanan itu singkat, kenyataannya tak begitu. Mimpi selalu ada dan harapan tak terwujud secepatnya. Hidup kadang penuh warna, sementara warna harus memiliki arti.
Kata orang, arti dari yang datang pasti akan pergi. Mengapa tidak mengejarnya? Menggenggamnya erat dan tak membiarkan melangkah pergi. Hingga akhirnya sirna, dan jejaknya takkan pudar selamanya.
