di sore ini kata-kata yang mulai pudar
tergeletak di hatiku
saat jejakmu yang pernah menghangatkan
kembali hadir dibalut hening waktu
perhatikan embun pagi yang mulai membeku
dan bait-bait yang perlahan sirna
terpotong tajam ujung harapan yang saling melukai
begitu sakit, begitu getir
menjadi pejuang yang semakin tak terhentikan
adakah satu malam saja
bersedia menjadi pelindung
untuk kita menyatu
dan melangkah meski begitu lambat
dan tak akan lagi ada jarak.
Tag Puisi: perjuangan dalam cinta
-
Sisa Senja
-
Ujian Hati
Jika cinta adalah embun,
maka kita takkan pernah kering,
jika cinta adalah samudera,
kita akan tenggelam dalam biru,
jika cinta adalah nyanyian,
kau dan aku takkan pernah berirama,
sebab cinta bukan untuk kita berdua,
dan bunga cinta adalah prajurit,
hingga batas terendah,
cinta pun terus teruji,
-
Jejak di Pasir
kau ukir harapan di pantai,
dalam setiap gelombang,
ajarkan arti keteguhan,
hingga saat ini,
mungkinkah kita kan bertahan,
sampai waktu berhenti,ndalam lirik yang terukir,
bukan berarti aku ragu,
tapi sungguh tak pasti,
bila angin telah reda,
mungkin semua akan sirna
-
Untuk Angin yang Berbisik
desir angin berputar di antara dedaunan
menghantar aroma harapan
seperti langkah pagi yang cerah.
namun percayalah,
aku akan bertahan
terlebih aku sangat mengerti
bahwa dalam hidup tak selalu ada jawaban.
-
Genggaman di Tengah Hujan
ingin kupegang erat jemarimu,
hingga air itu mungkin berhenti,
mungkin aku juga masih merasa,
ingin selalu menggenggam segala yang kau miliki,
aku sendiri tak mengerti,
dan tak bisa kujelaskan mengapa,
mungkin ini sifat manusia,
yang selalu lapar akan kasih sayang,
aku ingin berhenti,
tapi itu melawan jiwaku,
semoga Sang Pencipta mendengar,
Amin
