Detak jantung sekuat badai
Tantang jiwa yang merana,
Cahaya purnama sinari rasa,
Buka harapan, nyalakan bara..
Pelan kutorehkan cita-cita..
Tepis bayang, sambut sinar
Lagu jiwa menari dalam angan,
Yang tak berujung menggenggam mimpi
Meski waktu kian menekan,
Dan rembulan perlahan menghanguskan jiwa
Aku takkan pernah terjatuh!
Maka, kuucap doa pada Sang Pencipta
Jika esok masih memanggilku
Aku takkan padam!
Tag Puisi: perjuangan dalam hidup
-
Semangat Tak Padam
-
Jejak di Pasir
JEJAK DI PASIR;
Sebuah jejak yang tertinggal di pantai
Yang juga menyimpan cerita penuh hampa
Seorang pengembara yang hatinya penuh luka
Aku..
Tak mampu melukis bintang di langit malam
Tak bisa menyusun bait seindah ombak
Aku..
Yang hanya bisa tertawa di balik air mata
Yang tak mampu melawan arus kehidupan
Tertawa meski badai datang menerpa
Menyimpan rasa di dalam hati..
Tak ada yang boleh mengetahui
Seolah aku adalah yang paling lemah di antara semua
-
Senyum di Balik Awan
Di antara dedaunan yang bergetar,
aku melihat cahaya yang terperangkap,
seperti embun pagi yang enggan mengalir,
atau mungkin harapan yang terjaga,
dari setiap desah angin yang berbisik.Saat bayang-bayang mulai memudar,
dengan beban yang terhampar di dadanya,
sungguh aku merasa paling bersalah,
kenapa tak kuangkat beban itu,
agar ia bisa bernafas lebih lega,
sejenak melupakan derita yang mengikat,
agar bisa kutangkap, secercah tawa,
yang tersimpan di sudut hatinya,
dari setiap perjalanan yang dilalui.
-
Langkah di Tengah Badai
Di tengah hujan yang tak kunjung reda
Langkah ini terhuyung-huyung
Suara hati teredam
Nafas ini mulai tersengal
Pikiran terperangkap dalam kabut kelam.
Semangat dan mimpi jangan pudar
Itulah seni bertahan
Sebuah perjalanan yang harus dilalui
Meski harus merangkak
Diiringi butiran air mata
Kekuatan dan keyakinan jangan pernah padam…
-
JALAN SUNYI
Hutan pinus menanti langkahku,
Suara angin berbisik dalam sunyi,
Meski getir harus kutelan,
Syukur menjadi pelita saat gelap,
Kaki ini menapaki jejak tak terduga,
Durinya menggoreskan rasa,
Wajah menahan derita,
Menyebut namaMu dalam hening,
Hati bergetar: “innalillahi wa inna ilaihi raji’un,”
-
Gema di Tengah Badai
Terkadang suara bagaikan petir mengguntur,
Di tengah badai yang mengguncang jiwa,
Jangan kau hiraukan,
Sebab ia mungkin akan membakar hatimu.
Terkadang rasa terjebak dalam kegelapan,
Diam dan beku hingga membeku,
Dekatlah padaku saat itu,
Karena cahaya akan selalu mencintaimu.
-
Jejak di Pasir
Kakiku terbenam dalam pasir,
Tiada sinar mentari yang bersinar,
Hanya desiran ombak menambah lelah,
Senja menjelang, waktu tak tertepis.
Manusia berlari mengejar bayang,
Demi impian yang tak kunjung datang,
Jangankan untuk beristirahat,
Menyadari hidup terasa terlewat.
Pelaut tanpa arah,
Tak ada waktu selain berlayar,
Letih pun tak pernah terasa,
Hingga akhirnya terdampar di pantai,
Menghitung semua yang telah hilang,
Di depan gerbang kehidupan yang panjang.
“Hidup ini sementara, nikmati setiap detik, berlayar secukupnya, bersenang-senang secukupnya, dan berdoa sebanyak-banyaknya”
-
SENJA YANG TERHIMPIT
Apa yang kau cari lagi sahabat..
ketika semua tak lagi sejalan dengan harapan..
Mimpi yang terhenti..
Cita yang terjepit dalam keraguan..
Dan hanya bisa menggambar di kanvas kosong yang sunyi..
-
Pelaut yang Menggenggam Angin
Pelaut itu berlayar di lautan sunyi,
Seorang diri menantang ombak tinggi,
Tenggelam dalam gelombang harapan,
Menggapai bintang di ujung lautan.
Kudengar seruan angin berbisik,
Karena jiwanya tak pernah terhentik,
Keringatnya menetes di atas dek,
Perjuangannya takkan pernah lelah.
Tuhan, tenangkanlah badai di hati,
Akhir yang indah dalam pelayaran ini…
-
Jejak di Pasir
Langkah demi langkah,, menapaki jalan,,
Berkeliling seperti angin di padang,,
Tanpa henti,, tanpa rasa jenuh,,
Setiap detik berharga,,
Janganlah terbuang,,
Janganlah sia-sia,,
Hasilkan jejak yang abadi,,
Dan berarti.
-
Sarang di Tengah Badai
Dalam keraguan ini,
Melangkah ke arah yang tak pasti,
Saat angin mulai mengguncang,
Aku terdiam,
Mungkin saatnya aku mengakui,
Kekuatan badai ini,
Dia tangguh, mampu menantang,
Saat hujan deras mengguyur,
Saat burung-burung mencari tempat berteduh,
Untuk apa tanyaku?
Untuk membangun perlindungan,
Dari segala yang tak terduga,
Karena Engkau, ya Allah,
Sungguh hati ini merasa kecil,
Pandai berbuat salah, namun sulit membangun,
Lalu entah mengapa,
Aku selalu merindukanMu,
Tapi tetap saja,
Bantulah aku ya Allah,
Agar bisa membangun sarang,
KarenaMu dan untukMu,
-
Menanti Pelangi di Ujung Hujan
Satu harapan bagaikan tumpukan awan
Menanti pelangi di ujung hujan
Terjebak dalam labirin kesedihan
Hari-hari terjalani dalam kelabu yang mendalam
Impian tinggi hanyalah angan-angan
Berjalan menyusuri jalanan tak berujung
Hingga semua usaha kau curahkan
Mengharapkan hidup yang lebih cerah
Namun apa yang kau temui?
Tak satupun yang kau impikan terwujud?
Karena arah yang tak pernah pasti
Karena waktu yang kau habiskan
Kini sisa harimu…
Hanya bagaikan beban
-
Arus Tak Terduga
Di sungai mengalir tenang
di dalam jiwa bergejolak
sifat manusia tak terduga
setiap kata menyimpan rahasia
yang tak semua bisa mengerti
karena memikirkan semua ini
seolah tak berujung
takkan ada insan
yang mampu mengubah nasibnya
kecuali ia berjuang
kecuali ia berserah
kepada Yang Maha Kuasa
-
menaklukkan badai
Jangan ragu saat angin kencang menerpa kita,
Karena mungkin ini cara semesta menguji jiwa kita,
Untuk membentuk karakter, agar teguh saat badai datang,
Saat kesedihan menyapa, kita tetap berdiri.
Hidup ini teka-teki, kadang harapan tak sejalan dengan kenyataan,
Hari ini kita bisa tertawa, esok bisa terjatuh,
Hadapi semua tantangan, buang rasa takut yang membelenggu,
Jangan biarkan ketakutan meruntuhkan impian kita.
Kita adalah penentu nasib, yakinlah pada diri sendiri,
Kita akan buktikan pada dunia, kita adalah pemenang,
Bukan dunia yang mengalahkan kita,
Tapi kita yang akan menaklukkan badai.
Biarkan air mata mengalir hari ini,
Karena esok, air mata itu akan berkilau,
Menjadi indah seperti bintang yang bersinar setelah gelap,
Dan cahaya pagi yang menyapa setelah malam pergi.
