Senyum di Balik Awan

Di antara dedaunan yang bergetar,
aku melihat cahaya yang terperangkap,
seperti embun pagi yang enggan mengalir,
atau mungkin harapan yang terjaga,
dari setiap desah angin yang berbisik.

Saat bayang-bayang mulai memudar,
dengan beban yang terhampar di dadanya,
sungguh aku merasa paling bersalah,
kenapa tak kuangkat beban itu,
agar ia bisa bernafas lebih lega,
sejenak melupakan derita yang mengikat,
agar bisa kutangkap, secercah tawa,
yang tersimpan di sudut hatinya,
dari setiap perjalanan yang dilalui.

, , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *