puisi tentang refleksi diri
-
Warung Kopi di Pinggir Jalan
di bawah lampu redup, bus malam melaju
aku duduk, mencoba mengingat-ingat
dompet tertinggal, rasa bingung menyelinap
di luar, warung kopi tampak sepi
asap mengepul lembut ke udara malam
berharap ada yang mengerti keraguan inilangit malam, saksi bisu kehilangan kecil
aku menatap cangkir kosong, meraba hati
cinta mungkin bukan jawabnya kali ini
hanya ada perjalanan …
-
Charger Cord and Water Bucket
In the dim room,
cord tangled around fingers,
as if weaving memories
that slip away.A bucket waits,
half-filled, reflecting
fractured moments,
like thoughts left behind.I fold the cord,
gentle, deliberate,
finding grace
in what's broken.
-
Seragam dan Bus Malam
Di sudut kamar, baju seragam tergantung
Seperti menunggu bisikan dari perjalanan
Kau berbicara pada dinding, mencari
Jejak langkah yang tertinggal di bus malam
Kata-kata terhenti di antara spasi
Mengingat dompet yang hilang
Di balik kursi yang tak lagi bergerakRitme malam mengalun, kering dan berirama
Langkah-langkahmu bergetar, tak tentu arah
Seragam itu menyimpan cerita sekolah
…
-
Gerimis di Atap Parkir
Gerimis jatuh, berbisik di atap parkir
Mengalir perlahan, menari di udara
Di antara dua dunia, aku berdiri
Menyaksikan air membentuk cerita
Mengulang masa lalu, di setiap tetes
Mengulang kenangan, yang tak sempurna
Ember air di kamar mandi, penuh harapDi bawah atap, suara mengisi ruang
Menemani sepi yang datang bertandang
Hujan kecil, menghapus jejak langkah
…
-
Kopi Dingin Sebelum Subuh
Sepi di dapur, kursi kayu berderit
Kopi dingin menunggu di meja
Suara anak-anak main petak umpet
Di luar jendela yang terbuka
Mengenang catatan lama yang usangTinta pudar, kata-kata tertinggal
Menyeruput masa lalu yang pahit
Dari kejauhan, rasa ingin tahu
Menyapa pagi yang belum tiba
Satu halaman tanpa ceritaSuara riang di kejauhan terusik
Membawa …
-
Cahaya Ponsel di Malam Sunyi
Di tengah malam, layar ponsel bersinar
Mengusir gelap yang menyelimutiku
Suara anak-anak bermain petak umpet
Masih terngiang dalam ingatan yang samar
Aku tersenyum, meski hati sedikit perih
Menatap layar, seolah ada yang menatap balik
Mengulang namamu dalam sunyi yang panjangKehilangan ini tidak sepi, tidak sendiri
Ada bisik-bisik dari masa lalu
Mengajak berdamai dengan diri …
-
Tikar di Ruang Tamu
kursi-kursi kembali sunyi,
seperti tikar yang digelar,
dengan cerita yang tertinggal di sela anyaman.
suara tamu perlahan menguap,
menyisakan hanya detak jam dinding,
dan napas malam yang panjang.
aku menatap lantai, mencari jejak yang tertinggal.tikar tersusun rapi,
seperti mengingatkan tentang hari yang berlalu.
setiap sudut menyimpan sisa tawa,
yang kini berbisik dalam sunyi.
aku …
-
Shards on the Floor
Through the window, I see
see the shards scattered
scattered like thoughts
thoughts broken,
broken glass, glistening
glistening in the morning lightA clear glass, dew-kissed
kissed by cold air,
air heavy with silence
silence echoes, echoes
echoes of yesterday's fall
falling doesn't mean an end
-
Silence of the Fried Rice
Under the muted streetlights, a cart stands,
its fragrant whispers trailing the night.
Eyes scan the flickering screen,
waiting for words that never arrive.The sizzle fades into distant echoes,
as fingers trace the cold metal edge.
In the quiet, memories linger,
as all that's left is a silent past.
-
Jendela dan Gerobak Nasi Goreng
Angin memasuki celah jendela, membawa aroma tanah basah
Dalam sekejap, gerobak nasi goreng berlalu di jalanan
Menyisakan jejak yang samar, tak terjamah
Seperti kenangan yang tak pernah benar-benar hilangMenutup jendela, suara angin berbisik pelan
Menggugah ingatan akan hari-hari yang berlalu
Bahagia tak selalu berarti utuh, aku tahu
Namun, tetap saja kita terus melangkah
-
Gerobak Nasi Goreng di Rumah
Di ruang tunggu, waktu terhenti
langit-langit putih, suara sepatu berlalu
gerobak nasi goreng di kejauhanMerenung masa lalu, mencari makna
gemerisik bumbu di atas wajan
tak ada yang benar-benar diamTersenyum pada diri sendiri,
dunia terus berputar tanpa suara
mengalir tanpa kita pahami
-
Cahaya Kulkas di Tengah Malam
Di tengah malam, pintu kulkas terbuka
Cahaya putih menari di wajahku
Seperti mimpi yang terpotong,
menggantung di antara
rak sepatu di teras
dan dengkuran malam.Langkah kaki samar,
meraba-raba rasa lapar
yang manis namun getir,
menggulung dalam keremangan
seperti ingatan
yang tak selesai.Malam menguap,
menyisakan setitik
keraguan di sudut mata.
Aku berdamai
dengan diri …
