Puisi » Jendela dan Gerobak Nasi Goreng

Jendela dan Gerobak Nasi Goreng

Angin memasuki celah jendela, membawa aroma tanah basah
Dalam sekejap, gerobak nasi goreng berlalu di jalanan
Menyisakan jejak yang samar, tak terjamah
Seperti kenangan yang tak pernah benar-benar hilang

Menutup jendela, suara angin berbisik pelan
Menggugah ingatan akan hari-hari yang berlalu
Bahagia tak selalu berarti utuh, aku tahu
Namun, tetap saja kita terus melangkah

, , , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *