Puisi cinta di arsip ini menampilkan pengalaman nyata: perkenalan, komitmen, kecemburuan, kekecewaan, hingga berdamai. Setiap puisi cinta ditulis informatif agar pembaca cepat memahami situasi dan makna tiap karya.
Koleksi ini membantu menemukan puisi cinta untuk caption, kartu ucapan, atau referensi menulis tema hubungan.
sejak langkah pertama kutapaki
membawa setangkai melati untukmu
wahai sahabat yang harumnya
…
Di ruang gelap, detak jam terdengar
Seperti hujan di atap seng tua
…
Berserakan semua,
pasir dan kerang,
jiwa ini bergetar,
terbayang senyummu,
berlari-lari,
dalam …
Ada ketenangan terukir dalam, saat dua jiwa berpelukan hangat.
Tak menghilang dalam …
Di ruang sepi, hati menunggu,
detik terasa lambat, melingkar terus,
jam dinding …
aku tak pernah tahu
kapan gelombang itu datang,
seperti setiap jiwa yang …
Tatapanku mulai menjauh
Menghitung awan….
Pertanyaanku tanpa suara
Tuhan, adakah tempat yang …
Kecantikan ini tengah bersinar terang
Membuatku bertanya-tanya..
Apakah ini nyata..
Atau sekadar …
Di tepi laut, perempuan itu terlelap,
ombak ombak berbisik lembut,
bulan menggantung …
Di sudut kamar, tembok berbisik
paku tertancap diam tanpa cerita
di atas …
Terjepit dalam hiruk-pikuk
Di tengah sorak-sorai bazar
Seribu wajah berseri ceria
Seribu …
Kemana langkah ini harus melangkah
Saat harapan tak kunjung menyapa
Kemana rasa …
Saudaraku..
Kau sekuat ombak lautan..
Sebagaimana karang menantang badai..
Sering kali kau …
Bukan cahaya yang menuntun
Manisnya embun pagi adalah senyummu
Energi hangat yang …
Tak mungkin kuarungi langkah ini sendiri
Tanpa bisik doa dan pelukan hangatmu
…
Di tengah malam ini, aku terjaga menantimu,
Di antara bintang-bintang, aku terperangkap …
Ketika listrik padam, ruang mendesah,
Seragam sekolah tergantung di kursi,
Menghadirkan kenangan …
mengagumimu adalah embun pagi yang tak pudar oleh siang, tidak pula cahayanya …
aku terombang-ambing
oleh arus ini
ingin menyelam lebih dalam.
Kedua tangan berusaha meraih cahaya bulan,
Engkau membiarkan kesunyian menyentuh jari-jariku,
Lalu …
Jam dinding berhenti di angka dua belas,
undangan tak terkirim terlipat rapi,
…
