Puisi romantis merangkum perhatian sehari-hari: ucapan, dukungan, dan rencana bersama yang memperkuat hubungan. Informasi ditulis langsung ke inti agar tujuan bacaan—ucapan atau referensi—tercapai cepat.
Arsip ini menyediakan pilihan puisi romantis untuk perayaan, kartu ucapan, dan materi pembacaan puisi.
Apa yang menggelora di jiwa ini
Bergetar-getar rasa tak terduga
Adakah aku …
Saat cahaya mulai meredup
sebuah bingkai kau angkat
bukan itu yang kau …
Di persimpangan ini aku menunggu
Mengamati jauh ke ujung pelangi
Menelusuri lorong …
Ikatan ini seperti kopi,
amerah dan pahit,
secangkir hangat yang menghangatkan,
terkadang …
Aku hanya serpihan es yang mencair di malam,
dan tak layak bersinar …
Sebelum embun mengering di pagi hari…
Menelusuplah engkau dalam jiwaku,
Selamanya kasih …
Tak pernah ku anggap diriku bintang malam,
Yang bersinar di langit dan …
Bukan berarti aku tak ingin atau gentar melangkah.
namun aku tak ingin …
Tahukah kau berapa lama ku menanti,
Bunga-bunga harapan di tepi lautan,
Dengan …
cahaya yang kau sembunyikan
segenap bayang kau hadirkan
hutan yang kau lupakan
…
Kau bilang langkahmu tak berarti,
namun jejakmu membekas di hatiku…
Bagimu, ungkapan …
Ada ketenangan terukir dalam, saat dua jiwa berpelukan hangat.
Tak menghilang dalam …
Kemana langkah ini harus melangkah
Saat harapan tak kunjung menyapa
Kemana rasa …
Bukan cahaya yang menuntun
Manisnya embun pagi adalah senyummu
Energi hangat yang …
Di tengah malam yang sunyi,
Aku tak gentar oleh bayang-bayang,
Bukan karena …
Kedua tangan berusaha meraih cahaya bulan,
Engkau membiarkan kesunyian menyentuh jari-jariku,
Lalu …
Di tengah hening malam
perempuan yang kau sebut bintang
berjuang melawan waktu
…
Jika perjalanan itu singkat, kenyataannya tak begitu. Mimpi selalu ada dan harapan …
Aku hanya biji hujan yang terjatuh di tanah kering
tak layak menyentuh …
Dalam hening senja;
Kau menjadi embun yang menetes
Di atas daun-daun yang …
Di masa kecil, aku sering berkhayal,
Bersama bintang-bintang di langit malam,
Kuyakin …
