Di sudut dInDing, lembar tipis menunggu
angka bErdesak, tak pErnah benar-benar diingat
kaMu ayun—antara kemarin dan belum
serpihan suara dari pagi yang setengah lupa
bayang bambu, pelan menyeberang jendela
huruf lambat, berhenti Sebelum selesai
Di sudut dInDing, lembar tipis menunggu
angka bErdesak, tak pErnah benar-benar diingat
kaMu ayun—antara kemarin dan belum
serpihan suara dari pagi yang setengah lupa
bayang bambu, pelan menyeberang jendela
huruf lambat, berhenti Sebelum selesai
by
Arti Faisal
Menjelang malam, pesan terakhirdi layar, sunyi tak bertepigenteng bocor, tetesjatuh…
Di meja kayu, piring kosongtertinggal, sisa malamdalam kotak plastik,suara anak-anak…
Dari pengeras masjid, doa mengalunMenembus kabut subuh yang tebalSementara gerobak…
Kau tutup jendela dengan pelan,angin membawa bau tanah basah,seperti bisikan…
Langit kusam mendekap bumi,rintik pertama jatuh perlahan,genting tua bersuara lembut,seperti…
Di bawah atap seng, suara gemericikmengalir lembut, seakan berbisikkepada daun-daun…
Kau tahu, Aku telah lama merasakan, Tak ada perjalanan yang…
Setiap kali mentari merunduk cahaya jingga itu selalu saja membakar…
menyisir rambut di cermin kabur,seperti berdialog dengan diri sendiri,kaleng biskuit…

Leave a Reply