Kau tutup jendela dengan pelan,
angin membawa bau tanah basah,
seperti bisikan yang tak selesai.
Di dinding, bayanganmu menari,
mengejar warna senja yang hilang.
Ranting-ranting bergetar,
menyapa malam yang datang.
Kau bicara kepada bayang itu,
suara daun-daun yang jatuh,
bercerita tentang hujan yang jauh.
Kau simpan harap di balik tirai,
seperti rahasia yang tak terucap.
Kursi bergoyang pelan,
mengiringi detak jantung malam.

Leave a Reply