Pohon Ketapang dan Pesan Malam

Di bawah ketapang tua yang diam,
kata-kata menari di layar ponsel.
Malam menunggu, berbisik pelan,
seperti daun kering yang gugur perlahan.
Rasa hangat menyelinap di sela kalimat,
namun ada ragu bersembunyi di antara huruf,
bertanya-tanya tentang esok pagi.

Membaca ulang pesan yang hampir pudar,
seperti kenangan yang enggan pergi.
Menghapus subjek, membiarkan kosong,
menatap pohon ketapang di depan rumah.
Apakah angin membawakan jawabannya?
Atau hanya menunda kebosanan malam?
Sebuah harapan terucap tanpa suara.

Di sela kebosanan, makna ditemukan,
seperti daun yang jatuh tanpa beban.
Ragu perlahan menguap, digantikan tenang,
di bawah ketapang, malam merangkak.
Pesan terakhir menjadi nyanyian lembut,
menggantikan keraguan dengan senyum samar,
menyadari esok tak selalu sama.

, , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *