Seperti secangkir kopi,
Diseduh dengan air panas,
Dihirup aroma hangat,
Ditemani senyuman pagi.
Kemudian dituang dalam cangkir,
Ditemani kue kering,
Dikunyah pelan-pelan,
Menyambut hari yang baru.
Seperti secangkir kopi,
Diseduh dengan air panas,
Dihirup aroma hangat,
Ditemani senyuman pagi.
Kemudian dituang dalam cangkir,
Ditemani kue kering,
Dikunyah pelan-pelan,
Menyambut hari yang baru.
by
Arti Faisal
Menjelang malam, pesan terakhirdi layar, sunyi tak bertepigenteng bocor, tetesjatuh…
Di meja kayu, piring kosongtertinggal, sisa malamdalam kotak plastik,suara anak-anak…
Dari pengeras masjid, doa mengalunMenembus kabut subuh yang tebalSementara gerobak…
Kau tutup jendela dengan pelan,angin membawa bau tanah basah,seperti bisikan…
Langit kusam mendekap bumi,rintik pertama jatuh perlahan,genting tua bersuara lembut,seperti…
Di bawah atap seng, suara gemericikmengalir lembut, seakan berbisikkepada daun-daun…
Senyap sore menanti mentari yang redup … Kini semakin tenggelam…
Kesombongan yang tak berujung, Kekeliruan yang tak terhapus, Saat kata-kata…
In the corner of a roadside café,A jacket lies draped…

Leave a Reply