Dari dasar lautan aku berteriak
menyuarakan derai air mata jiwa
biar tubuh terbenam
bukan berarti mengalah
apalah daya hamba terasing
melihat gelap tanpa sinar
hanya bekal harapan
kami tegar berjuang
sejauh pandang aku melangkah
menghantam para penindas
mencabik-cabik keraguan
tanpa senjata tajam
bukan wajah berseri
jika jiwa terbakar
bukan kasih di hati
bila derita membara
akulah sang jiwa
nestapa abadi, namaku
Tetesan di Ember
Menjelang malam, pesan terakhirdi layar, sunyi tak bertepigenteng bocor, tetesjatuh…

Leave a Reply