Sore di Tepi Laut

Di suatu senja di pinggir laut yang tenang,
Seorang ayah duduk menatap ombak yang berkejaran,
Kedua tangannya terangkat, basah oleh harapan,
Basah oleh air mata yang tak kunjung surut,
“Wahai ayah, mengapa wajahmu muram?”
Tanya seorang pemuda dengan suara lembut,
“Bukankah kita telah bersatu kembali?”
Sahutnya sambil mendekat,
“Anakku, ayah sungguh menyayangimu,”
Dengan nada berat ia mulai bercerita

Pemuda itu sejenak tersenyum,
“Ayah, ketahuilah, aku akan selalu ada,
sebagai jiwa yang tulus,”
“Lakukanlah jika Tuhan menghendaki,”
“Jika ibunda bertanya,”
“Katakanlah, kita akan bertemu di surga,”
Dengan gemetar sekuatnya,
Mata terpejam penuh harapan,
Buah hati yang dulu dipeluk,
Kini terbaring menanti panggilan,
Bismillahirrahmanirrahim…
Sedetik kemudian, dari balik ombak,
“Ayah,”
Isak tangis tak tertahan,
Mereka berpelukan seerat-eratnya.
Allahu Akbar,
Allahu Akbar,
Allahu Akbar,
Laaaaailahailallahu, Allahu Akbar,
Allahu Akbar walillailham.

, , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *