Menyulam Hujan

Mengamati langit kelabu dari jendela
Butir-butir air menari
Menghujam tanah dengan suara lembut
Dalam nuansa biru yang membungkus malam
Yang dinginnya meresap hingga ke jiwa
Sulit rasanya saat aku menyadari
bahwa Hari terus melangkah tanpa jejak
Kecuali suara-suara yang datang dan pergi
Kesedihan merangkul sepi
yang kau tinggal tanpa kata
Entah siapa yang bersalah
Namun aku merasakan perih
Masih ingatkah kau
Bagaimana kita dulu saling berjanji
Menggenggam erat dalam pelukan hangat
dan janji yang masih terukir dalam ingatan
Kini aku tak lagi bisa bersuara
Bahkan setelah kau memilih dia
dan semua tanya sirna begitu saja
ditelan oleh rasa, mungkin
Hujan sore itu membunuh setiap harapan yang tersisa
dan perasaanku tak ubahnya untukmu
Menanti, seandainya kerinduan memanggilmu kembali
Sampai hujan berhenti menari
Jemariku menari di ujung kesunyian
Mengukir semua rasa dalam kata-kata
Memandang luka dengan air mata

, , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *