Halaman Setelah Pesta

di sudut mata, sapu menari,
menyisir sisa langkah yang pergi.
angin membawa bisik pelan,
seperti cerita yang tak ingin diulang.
motor melintas, cermin di jendela,
membawa pergi gema tawa yang redup.

daun-daun gugur, percakapan sunyi,
terhampar di atas tanah yang lelah.
jejak kaki menguap, hilang di udara,
meninggalkan ruang yang tak ingin diisi.
di antara serpihan kertas dan kenangan,
ada rasa yang tak bisa disebutkan.

sepi ini tak perlu diisi lagi,
cukup menjadi bagian dari pagi.
kehilangan bukanlah akhir,
tapi awal dari sesuatu yang baru.
dari sudut mata, aku melihat,
ada keindahan dalam mengosongkan.

, , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *