puisi tentang kehilangan lembut
-
Dompet di Bus Malam
Di warung kopi pinggir jalan,
malam menelan bisu,
menghitung langkah yang hilang.Kau tahu, dompet tertinggal,
kau tahu, bukan sekadar barang,
cinta tak selalu tentang memiliki.
-
A Bus Rides Echo
The bus hums through the night,
a forgotten wallet whispers
between the seats, a pause,
where unspoken words linger,
like a rak sepatu on the porch.A conversation never had,
frozen in the chill air,
questions that drift, unanswered,
as the bus sways, cradling silence,
a momentary shelter from the cold.The night stretches on,
…
-
Kursi Tunggu di Puskesmas
Di kursi tunggu yang kosong,
jejak kaki kecil menghilang,
seperti hujan yang menari,
di antara daun-daun gugur,
tak ada yang kembali.Langit mengirimkan angin,
mengelus bulu halus yang pergi,
menyisakan bisikan pelan,
menggantung di sudut ruang,
tanpa suara memanggil.Badai di hati reda,
menyaksikan langkah menjauh,
tanpa harus menggenggam,
membiarkan rindu terbang,
karena cinta bukan …
-
Kipas dan Suara Magrib
Kipas berputar, rambutku kering
Aku mendengar adzan dari kejauhan
Ragu mengendap di sela helaianAngin membawa bisik kehilangan
Aku menyaksikan, tanpa suara
Tersesat, namun kini tahu arah
-
Rak Sepatu di Teras
Kerlip lampu stasiun menyambut pagi
Langkah kaki terdengar pelan di kerikil
Kau menoleh sekali, wajahmu samar
Di teras, rak sepatu berderet rapi
Menunggu kosong, seperti ruang hati
Di antara kita, ada jarak yang memudar
Namun tetap tak bisa terhapuskanKereta datang, suara nyaring membelah udara
Koper kecil kau genggam erat, berat
Seakan tahu, perjalanan ini …
-
A Small Bracelet Under the
A small bracelet under the bed,
dusty memories woven in threads,
whispering tales of what never was.A biscuit tin, now a sewing box,
holds stories untold,
love isn't about holding tight.
-
Suara Anak di Parkiran
Di parkiran yang sepi, kita berdiri
sembari mendengar suara anak-anak
bermain petak umpet, tawa mereka
mengisi celah yang tak terucap.Melepaskan pelukan, tanpa kata
tanpa kata yang mungkin terucap
menyisakan rasa getir, manis
yang menipu hati yang merindu.Di tengah kebisuan, ada ketenangan
yang perlahan hadir, seperti bayang
menerima ketidakpastian ini,
seperti suara anak yang …
-
The Jacket on the Chair
In the corner of a roadside café,
A jacket lies draped over a chair.
Its owner, long gone, left it behind…
A silent witness to stories untold.I sip my coffee, alone yet aware,
Listening to the whispers of the wind.
The absence speaks louder, yet…
In the quiet, I find my peace.
-
Names on Crumpled Paper
in the dim room, i write
your name on the paper's edge,
fingers trembling, ink hesitates
as if afraid of permanence.
kain sarung drapes the chair,
holding whispers of our past,
the plastic creaks under time's weight.i speak to the wall, careful
words barely escape my lips,
the paper crumples, discarded,
yet it carries …
-
Detergent in the Air
The message lingers, unsent, in digital air
A pause, like the scent of detergent
From the laundry kiloan belowEmpathy folds into the fabric of silence
Words dissolve, unneeded, into the ether
For longing does not demand return
-
Cahaya Ponsel dan Hujan Bocor
Dalam gelap, ponsel menyala redup
menyusuri wajahmu di antara layar
sekejap kilas kenangan hadir
lalu menghilang, seperti embun pagi.Tetesan air dari genteng bocor
jatuh berirama ke dalam ember
seperti waktu yang berlalu
tanpa kata, tanpa suara.Aku bicara pada hampa ini
seolah kau mendengar dari jauh
mengisi ruang dengan diam
yang tak ingin terisi.…
-
Langkah di Tangga Kos
Di balik jendela, suara langkah mereda,
menyusuri tangga kayu yang berderit pelan.
Hujan di luar menari di atas genting,
seperti irama yang menenangkan hati.
Di halaman, jemuran bergoyang pelan,
mengingatkan pada hari-hari yang berlalu,
tanpa jejak yang tertinggal.Kau pergi, katamu hanya sementara,
tapi langkah itu terasa jauh.
Di dapur, teko masih menyimpan bekas,
kopi …
-
Suara dari Televisi
Di sudut ruangan, televisi menyala
mengisi celah sunyi dengan suara orang
yang tak kukenal, tapi akrab di telinga.
Asbak penuh abu rokok, saksi bisu
dari malam-malam panjang, meresapi
kehilangan yang tersenyum samar.Kursi tua menampung tubuh lelah,
mengamati dunia lewat layar kecil.
Seolah hidup ini hanya tontonan
yang tak pernah benar-benar kuikuti.
Suara-suara itu mengalun …
-
Alarm dan Suara Adzan
Alarm berbunyi, mengusik pagi yang dingin,
jari menekan tombol, lalu diam.
Di luar, suara adzan magrib,
menyusup lewat jendela terbuka,
mengajak jiwa mengingat waktu.Setiap detik berlalu, membawa kenangan,
seperti embun yang menguap perlahan,
meninggalkan jejak samar di kaca,
namun tak pernah benar-benar hilang.
Ada rasa yang tertinggal di sudut hati.Mata terpejam, terbayang hari-hari …
-
Papan Nama Pudar
Dari kamar sebelah, tawa
menggema, pecah di dinding tipis
seperti riak di atas air
yang menolak diam.Papan nama toko pudar
bergetar saat angin menyapa
seperti suara keras
dan bisik yang tak bertemu.Di sela semua bunyi ini
ada ruang kecil untuk menerima
diri yang tak selalu utuh
mengampuni tanpa harus dimengerti.
-
Cold Coffee Before Dawn
Whispering to the wall,
the cold coffee stirs memories,
as night holds its breath.Gentle drips from the roof,
an echo in the dark room,
filling the bucket's silence.We converse in shadows,
searching for warmth in corners,
realizing love is not the answer.
-
Sendal Jepit di Dekat Pintu
Di bus malam yang melaju, aku duduk tenang.
Lalu menyadari dompet tertinggal, tertinggal di kursi.
Suara mesin berderu, mengulang kisah yang sama.
Sendal jepit di dekat pintu, menanti langkah pulang.
Di luar jendela, bintang-bintang berkelip samar.
Ada jeda… dalam pikiran yang beriak.
Mengingat janji yang pernah terucap.Sendal jepit itu, setia menanti.
Aku mengulang, mengulang …
-
A Small Bracelet Under the
beneath the bed, dust whispers secrets
a small bracelet, forgotten, glimmers in the dim
motorcycle shadows dance across the window
while tired eyes search for meaningthe weight of days presses down, unyielding
yet empathy finds its way, weaving through
each link of metal, a story untold
as the heart beats, weary but resolutein …
-
Ashtray Full of Ashes
A child's laughter leaks through the walls,
like a confession slipping out,
the bus window frames my view,
as if I'm looking at a world I once knew.An ashtray rests heavy with forgotten smoke,
each flake a memory burnt away,
I watch, detached, from my moving seat,
accepting loss without reason or delay.
-
Jaket di Kursi Plastik
Aku melihat jaket itu, tergantung diam
di kursi plastik dengan kain sarung,
seolah menanti pemiliknya pulang,
menyimpan kehangatan yang tak berujar.Aku menyentuhnya, merasakan dingin
yang menembus kenangan, mengingat
satu per satu hari yang berlalu,
dalam sunyi yang tak memanggil.Aku menyimpan harapan, meski tahu
tak ada langkah yang kembali,
tak ada suara yang menjemput,
…
-
Balon di Langit Tersangkut Kabel
Di tengah jalan, angin mengusik genggaman, balon melayang
warnanya cerah, bagai harapan yang terlepas dari tangan
terbang menari melewati kabel listrik melintang,
mengalir ke langit, tak peduli pada cerita yang tertinggal,
seperti kenangan yang tak ingin diingat,
namun terus membayang dalam diam yang tak terucap,
sampai akhirnya hilang di cakrawala.Badai datang, suara gemuruh menyertai …
