Embun pagi menyelimuti kaca,
jemari menyisir rambut kusut.
Suara dari kamar sebelah,
membawa cerita tanpa jawaban.
Ember air menunggu di sudut,
mengisi kamar mandi dengan kesunyian.
Gengsi tersisa dalam bisik,
menyusuri helai yang ingin bebas.
Langit mulai menampakkan warna,
tanpa ragu, tanpa perlu kembali.
Rindu terurai seperti rambut,
tak harus selalu pulang.

Leave a Reply