Tikar digelar di ruang tamu,
gelap masih memeluk jendela,
suara langkah tergesa,
terdengar samar di kejauhan.
Doa terucap dalam diam,
mengiringi langkah yang berat,
menyusuri jalan menuju stasiun.
Fajar belum menyapa bumi,
kereta menunggu di ujung rel.
Dingin merayap di antara kami,
kata-kata tersembunyi di balik napas.
Seperti janji yang tertunda,
tak semua harus terucap,
tak semua harus ditepati.
Di bawah langit yang masih kelam,
hati berbicara dalam sunyi.
Ada harapan di balik perpisahan,
seperti cahaya yang menanti pagi.
Dan pada akhirnya,
aku tahu, tak semua janji
harus selalu ditepati.

Leave a Reply