Gerimis jatuh, membasahi atap parkir
Seperti bisikan yang tak pernah selesai
Kaleng biskuit bekas, tempat benang kusut
Menggenggam sisa kenangan yang tertinggal
Di bawah langit abu, ragu mengintip
Setiap tetes mengalir membawa cerita
Mengisi ruang dengan harap yang samar
Seakan waktu tak pernah ingin berhenti
Langkah kaki beriringan dalam hening
Sementara dunia berputar tanpa jeda
Sehelai benang mengikat masa lalu
Menyadari, kita hanya penonton yang terpana

Leave a Reply