puisi tentang waktu yang berlalu
-
Closing the Laptop
The screen dims, a quiet sigh escapes,
fingers linger on the keys,
unfinished thoughts whisper,
like echoes in the hollow room.
Shoes rest on the terrace rack,
worn soles speak of journeys halted,
and I pause, listening to silence.Outside, the evening air breathes cool,
carrying remnants of unsaid words,
the soft rustle of leaves,
…
-
Alarm yang Terabaikan
suara alarm menggema, seperti ingatan
terpotong di pagi buta
aku mendengarnya, bisikan pelan
mengajak bangkit dari sela mimpi
tapi jari mematikannya tanpa ragudi luar, warung kopi pinggir jalan
mengundang dengan aroma yang akrab
seperti percakapan yang belum usai
aku duduk, menghirup pagi
dan mendengar diri ini bicarasetiap tegukan, mengingatkan pada
janji-janji yang tertunda
…
-
Cahaya Ponsel dan Hujan Bocor
Dalam gelap, ponsel menyala redup
menyusuri wajahmu di antara layar
sekejap kilas kenangan hadir
lalu menghilang, seperti embun pagi.Tetesan air dari genteng bocor
jatuh berirama ke dalam ember
seperti waktu yang berlalu
tanpa kata, tanpa suara.Aku bicara pada hampa ini
seolah kau mendengar dari jauh
mengisi ruang dengan diam
yang tak ingin terisi.…
-
Genteng Bocor di Malam Hujan
Angin membawa kisah tanah basah,
menyusup di celah jendela kayu.
Menutup rapat, tak ada lagi suara,
hanya tetesan dari genteng bocor.Ember menampung cerita langit,
tak ada lagi yang harus dikatakan.
Diam memeluk malam, menanti,
membiarkan waktu berbicara.
-
Papan Nama Toko yang Pudar
Di bawah papan nama toko yang pudar,
aku mendengar doa tanpa suara,
pesan yang tak sempat terucap,
terhapus dalam getir yang tenang.Kata-kata tersangkut di ujung jari,
menyelinap di antara huruf yang gugur,
seperti daun-daun kering,
jatuh sebelum angin sempat meniup.Di sudut jalan yang sunyi,
waktu berlalu tanpa tergesa,
membiarkan pesan yang hilang,
berbicara …
-
Detak Jam di Ruang Gelap
Detak jam di dinding, berbisik
seperti ingatan terpotong, suara
menyusup di antara napas
kursi tunggu puskesmas kosong
menggigil menolak selimut
ruang gelap memeluk erat
waktu yang tak bisa dijangkauLangit-langit menghitam, diam
seperti menunggu kata hampir
terucap, tapi terhenti
detik-detik menyeret malam
menggantung di ujung ingatan
tak ada yang bisa dijangkau
hanya detak yang terus …
-
Fleeting Shadows on the Wall
The ticking clock echoes softly,
in the stillness of the room;
each second a silent witness,
to stories we dare not changeFaint hum of a passing motor,
cascades through the window's frame;
casting fleeting memories,
that dance upon the wallsWe sit with these reflections,
unraveling the threads of time;
realizing in the quiet …
-
Kaleng Biskuit di Sudut Rumah
Di sudut rumah, kaleng biskuit bekas
jadi tempat benang kusut dan jarum hilang,
menunggu kucing yang tak mau pulang,
pintu terbuka, malam terasa panjang.Di sela doa, waktu mengalir perlahan,
perlahan menghapus jejak kaki di tanah,
tanah yang basah oleh hujan semalam,
semalam berlalu, membiarkan waktu bicara.
-
Faded Store Sign
In the hospital's muted hum,
I sit with myself, waiting,
Noticing the faded store sign across,
Letters blurred by time's touch.People rush past me, unaware,
Their eyes fixed on screens,
While I trace the sign's ghostly outline,
A relic of forgotten days.The clock ticks in quiet rhythm,
A nurse calls a name,
I …
-
Kain Sarung di Kursi Plastik
Pintu berderit di pagi yang terlalu sepi
menyusup angin dingin ke dalam
menggoyang kain sarung di kursi plastik
mengabarkan hari yang akan dimulai
tanpa suara, hanya detak jam dinding
yang berusaha memecah keheningan
seperti kisah lama yang diulangLangkah kaki menuju pintu depan
mengunci rapat, seolah menahan
semua yang pernah ada di dalam
dalam rumah …
-
Papan Nama Toko Pudar
Di antara seruan pagi,
suara doa mengalir perlahan,
menyentuh jalanan sepi.Papan nama toko pudar,
mengisyaratkan kisah lama,
tertinggal di sudut kota.Menghapus waktu,
menemukan arti di sela bosan,
subuh yang enggan pergi.
-
Hujan di Jendela Bus
Hujan turun… turun lagi
Membasahi kaca jendela bus ini
Embun menari di permukaan
Menyembunyikan pohon ketapang di depan rumahKota berlalu… berlalu pergi
Harapan tersisa di setiap tetesan
Jalanan panjang tanpa ujung
Membawa mimpi yang tak kunjung tibaMenanti waktu… waktu berlalu
Menerima setiap detik yang hilang
Menjadi bagian dari hujan
Membiarkan diri hanyut dalam …
-
Detak Jam di Ruang Tunggu
Di ruang gelap, detak jam menari
Mengisi kosong yang tak terucap
Kursi puskesmas setia mendengarWaktu bergerak, meski kita diam
Masa depan mengintip dari balik tirai
Menakar langkah yang pernah salahDi sini, aku yang dulu berbisik
Setiap detik adalah saksi bisu
Menunggu jawaban dari kesalahanKeheningan ini, guru yang sabar
Mengajarkan bahwa penyesalan
Adalah …
-
School Uniform in the Waiting
The clock ticks softly, whispering time's gentle flow,
As I sit here, a quiet observer in this sterile room.
Children in school uniforms pass by,
Their laughter echoes, a distant melody,
While I wait, silently, with thoughts that roam.The chairs are cold, yet offer silent comfort,
I watch the nurses, their steps purposeful and …
-
Suara Anak di Bus Malam
Di kursi belakang, terdengar tawa kecil,
anak-anak bermain petak umpet,
suara mereka melayang di antara kursi.
Aku meraba saku, kosong,
dompet tertinggal, di sudut yang jauh.Bus melaju, lampu jalan berkelebat,
seperti kilas waktu yang menghilang,
tanpa bisa kupegang, hanya bisa kulihat.
Menyesal hadir tanpa undangan,
namun tak ada air mata yang jatuh.Suara anak-anak …
-
Gelang di Bawah Tempat Tidur
Gelang kecil terselip, tak bersuara,
di bawah tempat tidur berdebu,
seperti bisikan yang terlewat.Adzan magrib menyusup jendela,
mengisi ruang dengan doa,
dan waktu berdiam di sudut.Aku saksi yang tak diingat,
mengerti arti kehilangan,
tanpa perlu alasan.
-
Langkah di Depan Pintu
Denting langkah berhenti di depan pintu,
aku mendengar suara yang tak asing,
dari dalam, suara itu berbisik,
mengalun seperti lagu lama,
kursi tunggu di puskesmas,
menjadi saksi bisu perasaan ini.Langit di luar meredup perlahan,
suara-suara digantikan sunyi,
aku berbicara pada diriku sendiri,
dalam keheningan yang mengalir,
air mata lama menetes lagi,
mengisi ruang yang …
-
Kopi Dingin Sebelum Subuh
Dalam gelas bening berembun,
kopi dingin menunggu,
percakapan itu tiba
menyusup lewat celah pintu.
Suara-suara mengalir pelan,
menyentuh pagi yang diam,
tanpa satu jawab dariku.Langit masih memeluk kelam,
dan kata-kata mereka
menjadi angin di telinga.
Gelombang rindu terpecah,
di antara uap yang lenyap.
Aku mendengar tanpa suara,
menyimpan tanya dalam dada.Gelas bening itu …
-
Newspaper on the Coffee Table
The sun pours through the window,
a newspaper rests, pages slightly curled.
Words pause, like breaths held,
on the woven mat, stories unfold.An empty cup, its warmth a memory,
echoes of conversations linger.
In the silence, headlines whisper,
tracing paths of long-gone laughter.Between lines, a quiet reflection
rests on the surface, yet unseen.
…
-
Alarm dan Kaleng Biskuit
alarm berdering, memecah waktu pagi
jemari meraba, mematikannya pelan
kamar terasa berat, menahan hari
seperti kaleng biskuit bekas, penuh kenangan
di sudut meja, menyimpan jarum dan benang
mengumpulkan sisa hari yang berlalusuara burung di luar, nyanyiannya pilu
tapi di dalam, hening menguasai
tirai jendela masih menutup erat
seperti menolak cahaya yang datang
seperti menolak …
-
Cahaya Kulkas di Tengah Malam
Di tengah malam sunyi, kulkas menyala
Cahayanya menari-nari di dinding
Seolah memanggil dari kejauhanBunyi pintu terbuka, berderak pelan
Mengusik keheningan, menggema
Seperti bisikan yang tak terucapPohon ketapang di luar jendela
Berbisik pada angin malam
Tentang rahasia yang disimpan waktuAku menatap dari jauh, bertanya-tanya
Apa yang kulkas sembunyikan dalam dinginnya
Membiarkan waktu berbicara …
