Kaca bus berembun, hujan menetes
Mata setengah terpejam, jalanan basah
Langit abu-abu, samar-samar terdengar
Ritme roda di jalan yang panjang
Ember air di kamar mandi teringat
Penumpang berbisik, suara tertahan
Kursi bergetar lembut, detak jarum jam
Langkah hujan di atas atap
Satu ingatan mengalir di sela tidur
Seperti lagu tua, mengisi ruang kosong
Di luar, pohon bergoyang pelan
Menemukan makna di sela kebosanan
Hujan menari di kaca, menghapus jejak
Rindu terpendam, dalam tidur yang belum selesai
Dan bus terus melaju, tanpa arah pasti

Leave a Reply