Jejak di Antara Bintang

Di masa kecil, aku sering berkhayal,
Bersama bintang-bintang di langit malam,
Kuyakin ada satu cahaya yang terpisah,
Dari galaksi yang takkan pernah kutemukan.
Namun sayangnya, hidup bukanlah kisah fiksi,
Tak terwujud hanya dengan harapan,
Cahaya yang bersinar lantas redup kembali,
Cinta yang melayang tinggi, lalu terjatuh tanpa arah.
Tapi…
Perjalanan ini belum usai,
Agama mengajarkan bahwa jiwa saling terikat,
Awalnya kukira Tuhan membagi satu cahaya menjadi dua,
Namun ternyata lebih dalam dari itu.
“Jiwa yang satu adalah dua cahaya yang saling berbagi,
Seolah mereka adalah satu sinar,
Tuhan tidak hanya menciptakan pasanganmu,
Namun mengarahkan perjalanan cintamu, hingga kau menemukan cerminan cintamu pada orang lain yang mencintaimu dengan sepenuh hati.”
Untukmu, bintang kecilku,
Kita ada bukan untuk saling pergi,
Namun berteduh di bawah langit malam,
Bersiap melanjutkan perjalanan bersama.
Cahaya yang bersamamu,
Tumbuhkan hingga menjadi terang dan abadi,
Sinar yang ada padaku akan jadi penuntun.
Hingga kelak kita akan merayakan keindahan,
Yang daripadanya lahir sepasang bintang kembar.
Di antara hamparan galaksi.

, , , , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *