Akulah pelabuhan,
Singgahlah, meski sejenak tak mengapa
Letakkanlah semua cerita di dekatku
…
Langkahmu mengukir di pasir pantai,
Suaramu bergetar di antara ombak,
Kau bawa …
Di sudut jalan yang salah
kau berdiri, diam
menggenggam peta yang pudar
…
kursi-kursi kusut, letaknya berserakan
sisa percakapan yang tak pernah terucap
di halaman, …
Di lorong kantor yang sepi, aku menunggu,
kursi-kursi berderet, kosong dan dingin,
…
Aku yang terdiam,
Terkurung dalam ruang sunyi,
Akrap dengan keraguan,
Batasan mengelilingi.
…
ketika jiwa ini terjebak,
tersisa hanya cahaya samar,
meski kecil,
namun Sang …
Di sudut kota, lampu neon menyala,
Asphalt berkilau di bawah langkah cepat,
…
ada pagi di balik tawamu
entah karena embun
atau aku
ada cerah …
The clock stopped at twelve,
its silence echoing in the room
where …
Hari yang terbelah, dua sisi koin,
Satu mengingatkan kita untuk berbagi,
Di …
Di sudut hati ini, awan menggantung kelabu
Yang beratnya lebih dalam dari …
Whispering to the wall,
the cold coffee stirs memories,
as night holds …
Di bus malam yang melaju, aku duduk tenang.
Lalu menyadari dompet tertinggal, …
di bawah tempat tidur, gelang kecil tergeletak
sunyi merayap dari balik suara …
Seharusnya aku sedang menari bersamamu
merasakan irama hangat dalam langkah
menyatukan jiwa …
Sepertinya alam bersinergi
Pagi mulai menghembuskan sinar hangatnya
Dan awan berarak lembut …
Seperti burung yang terbang dalam badai,
Namun berlagak tenang di antara kawanan,
…
Terbayang, sunyi malam yang panjang
Hembusan angin membawa kenangan
Menghujam dalam jiwa
…
Antara embun pagi dan hujan malam
kita selalu bertanya apa makna rasa
…
Kemarin kita berpapasan
Namun tak saling sapa..
Kemarin kita tertawa ceria
Namun …
