Saat AKU bertanya
Apakah itu keindahan?
Saat AKU bertanya
Apakah itu kegelapan?
Saat aku bertanya kembali
Apakah itu hakikat jiwa?
Seperti angin yang berhembus
Empat puluh derajat menjadi sudutnya
Ritme, nada, dan harmoni lain telah mengusik ketentraman
Dan sudut itu telah bergeser
Oleh hembusan yang mengguncang keyakinannya
Namun
Sebuah simfoni terlahir
Dari nada tinggi, rendah, dan penuh
Tidak melangkah mengikuti notasi begitu saja
Sebuah irama yang megah membentuk garis yang menciptakan sebuah melodi yang menawan
Setiap kegelapan disertai cahaya
Setiap rendah disertai tinggi
Karena begitulah jiwa terlahir
Menciptakan cahaya setelah dua nada di akhir menandakan penutup dari sebuah perjalanan
Tetesan di Ember
Menjelang malam, pesan terakhirdi layar, sunyi tak bertepigenteng bocor, tetesjatuh…

Leave a Reply