Di parkiran yang sepi, kita berdiri
sembari mendengar suara anak-anak
bermain petak umpet, tawa mereka
mengisi celah yang tak terucap.
Melepaskan pelukan, tanpa kata
tanpa kata yang mungkin terucap
menyisakan rasa getir, manis
yang menipu hati yang merindu.
Di tengah kebisuan, ada ketenangan
yang perlahan hadir, seperti bayang
menerima ketidakpastian ini,
seperti suara anak yang hilang.

Leave a Reply