Suarakan harapku, agar tak terabaikan I
Apa yang kan ku tuliskan
Agar kau bisa mendengar suaraku
Nada apa yang kan ku mainkan
Agar kau terpesona mendengarnya
Kembang apa yang kan ku persembahkan
Agar kau terikat pada keindahan yang ku bawa
Suarakan harapku agar bisa memilikimu
Suarakan harapku agar kita bersatu
Suarakan harapku agar jiwaku tak kelam
Suarakan harapku agar ku mengerti arti cinta
Suarakan harapku, agar tak terabaikan
Suarakan harapku, agar tak terabaikan II
Kekhawatiran merayap dalam jiwaku
Kini menjelma menjadi ketakutan
Tak banyak yang bisa ku lakukan
Ku berusaha menenangkan hati ini
Setiap detak jantungku bergetar tak menentu
Dan aku terdiam tak bisa melangkah
Cinta kelam menakutkan menghantuiku
Cinta itu..
Kasih itu..
Sayang itu..
Mengapa kau tak bisa memberiku semua itu
Aku mencintaimu sepenuh hati
Namun kenapa kau membalasnya dengan kepahitan?
Oh…engkau bagai bintang di malamku
Suarakan harapku, agar tak terabaikan
Suarakan harapku, agar tak terabaikan III
Terdengar tawamu ceria
Seperti riuh ombak menyentuh pasir
Menembus hingga ke sudut jiwa
Kembali aku terperangkap dalam kesunyian cinta
Kembali aku terjebak dalam ketidakpastian cinta
Kembali aku terasing dalam kerinduan cinta
Kembali aku terhimpit rasa yang tak menentu
Hati ini dipenuhi rasa yang baru kali ini mengguncang jiwa
Mengoyak seluruh harapan yang ada
Ah, apakah ini yang dinamakan cinta?
Aku terhenti di persimpangan
Bukan berarti aku menyerah
Bukan berarti aku kalah
Bukan berarti aku lemah
Hanya satu pintaku padamu
Suarakan harapmu seutuhnya
Agar ku tak terabaikan
Halaman dan Jemuran
Di bawah jemuran, kau berlarimeninggalkan jejak kaki di tanah basahtak…

Leave a Reply