Puisi sedih menjabarkan kondisi yang sering terjadi: kehilangan, kegagalan, penyesuaian, dan cara meminta bantuan. Penulisan diarahkan agar pembaca memperoleh gambaran situasi yang jelas.
Arsip ini berguna untuk menemukan puisi sedih sebagai sarana refleksi dan referensi pendampingan emosional.
Di bawah jemuran, kau berlari
meninggalkan jejak kaki di tanah basah
tak …
Menjelang malam, pesan terakhir
di layar, sunyi tak bertepi
genteng bocor, tetes
…
Menunggu di depan pintu besi,
catatan lama di tangan,
kata-kata terlepas
seperti …
Dinding retak mengisahkan rindu
Bau debu, samar mengintip harap
Kegelapan berbisik lirih
…
Koin berkarat tergeletak di altar,
Wanginya dupa menyesakkan,
Doa terucap dalam nada …
Roda berderit di gang sepi,
jejak debu mengisi setiap sudut,
nafas yang …
suara pecahan berdengung, bergetar di telinga
cahaya lampu minyak bergetar, membentuk bayangan
…
Pagi merayap dalam kesunyian,
pintu terkunci dengan pelan.
Kain sarung terkulai di …
Di sudut meja, seragam sekolah terlipat
Menggantung pada malam yang tak beranjak
…
Kau adalah jejak yang terukir di pasir
Sedang aku hanyalah bayang yang …
Gerimis menari di atap seng
mata mengintip dari balik kaca
mendengar bisik-bisik …
Di ujung malam,
seorang ini menanti dengan harap,
Sambil menghitung bintang yang …
Nasi uduk beraroma
nyala lilin meredup
suara langkah terhenti
lapis malam menunggu
…
Di tengah jalan yang sepi,
Seperti hari-hari yang lalu,
Menapaki jejak yang …
Akan datang hari yang tak terlupakan;
Saat embun pagi tak lagi menggoda;
…
Malam ini kutulis nada yang paling sendu dalam syairku:
“Oh.. Kerinduan yang …
Kerlip lampu stasiun menyambut pagi
Langkah kaki terdengar pelan di kerikil
Kau …
Di ruang dingin, waktu terasa lambat,
catatan lama tergeletak di pangkuan.
Suara …
Di parkiran yang sepi, kita berdiri
sembari mendengar suara anak-anak
bermain petak …
langkah-langkah terhenti
tangan memegang kertas
buku rapor menanti
nafas terengah
gelap di …
Tujuh tahun kita berlayar,
Dua puluh empat jam di bawah langit,
Menggapai …
