Terjepit dalam hiruk-pikuk
Di tengah sorak-sorai bazar
Seribu wajah berseri ceria
Seribu suara mengalun merdu
Menggempur lebih dari dentuman
Menggempur lebih dari badai
Yang menderu mengguncang
Kuyakin pasti terasa
Kuyakin pasti terungkap
Rasa ini terus membara
Walaupun terjepit dalam hiruk-pikuk
Tag Puisi: perasaan yang terpendam
-
Di Balik Gemuruh
-
Aku dan embun
Jalan ini berkilau,
berselimut embun pagi.
Namun aku, sepi,
Kering oleh harapan.
Butiran ini menutup jejak langkah,
Namun cintamu abadi dalam ingatan.
-
Suara dalam hening
Di tengah malam yang sunyi,
Aku tak gentar oleh bayang-bayang,
Bukan karena rasa sepi yang menyiksa,
Atau hampa yang membelenggu jiwa.Ada kerinduan yang menggelora,
Namun bukan sekadar harapan kosong,
Sebuah cahaya dalam gelap,
Menanti di ujung jalan yang panjang.
-
Kekosongan yang Menghantui
Pengecut!!!
Ujarku dalam hati…
Karena aku berani merindu tapi begitu takut akan kehilangan…
Dan kini waktu semakin sulit untuk dipahami,
Seperti harapan yang kadang pudar lantas membisu…
Dan sepasang tangan hampa itu aku,
Yang tak lelah selalu mencari jejakmu…Sejenak tadi,
Selimuti senja mengingatkan akan tawamu…
Jika saja,
Seandainya,
Bila mungkin,
Masih bisakah,
Sudahlah! rindu ini masih terjaga untukmu…
Dan seribu alasan yang tak dapat aku ungkapkan,
Mengapa padamu rasa ini harus kupersembahkan…
-
Di Ujung Senja
Saat cahaya mulai pudar
Aku terjebak
Antara detak jantung dan harapan
Tak mampu lidah ini bergetar
Kerinduan padamu
Kerinduan akan kisah kita
Yang penuh
senyuman hangat
lewat bait ini
ku rangkai nada
lewat syair ini
sebagai tanda rindu yang tak tertahan lagi
-
Di Ujung Senja
Jangan kau tanya tentang pelabuhanku, karena telah ku titipkan di hatimu..
Jangan kau tanya siapa diriku, karena namaku sirna saat kau hadir.
Aku mencintaimu..
Maka berapa banyak waktu harus ku habiskan agar bisa merasakan cintamu.
Berapa malam yang ku lalui agar bisa melihatmu dalam mimpi?
Berapa tahun ku harus memanggil namamu agar kau mendengar detak jantungku?
Berapa tahun ku harus merintih agar kau tahu betapa dalamnya lukaku?
Mengapa langkahku dan langkahmu seperti terjalin tak terpisahkan..
dan mengapa kau selalu ada dalam setiap hembusan angin?
Barangkali manusia bisa menghapus jejak yang telah tertinggal..
namun ia takkan pernah bisa menghapus rasa yang terpatri di jiwa.
-
Kota Dalam Hening
apakah di antara derai hujan ini,
kota impianku terlahir?
menelusuri tiap sudut sunyi
yang tak terungkap; melambat, membeku
menghapus jejak
di batas keluh.
-
Menggapai Angin
Aku ingin merangkulmu,
Menyentuh setiap detak jiwamu,
Namun badai tak terduga,
Menghantam harap yang terpendam,
Rasa ini terjaga,
Seperti embun di pagi buta,
Tak mampu memberi arti,
Selalu terjebak,
Dan melayang dalam sepi.
-
rahasia dalam sunyi
sore menjelang malam
sepi menyelimuti langkahku
keraguan datang menghampiri
apa yang terpendam dalam hatiku
rahasia apa yang kau titipkan
aku kesulitan menemukan jawabannya..
aku kesulitan menyingkirkan keraguan ini..
tetapi harapanku takkan pudar
pasti jawabannya ada saat kita bertemu nanti…
-
Mencari Suara di Antara Hujan
Kau tahu, tak ada badai yang memisahkan kita
hanya saja tak ada suara yang menari
di antara detak jantung kita yang bergetar
mencampur dan menyatu dalam rintik
yang menyelimuti hasrat kita yang tulus.
“Aku tak percaya pada janji angin,” katamu
sementara aku tak pernah benar-benar
mengerti cinta selain dengan melodi yang terucap
dan aku masih mencari jejak hujan
yang tersimpan di setiap dedaunan
agar kutemukan petunjuk
bisakah cintamu ku gapai?
-
Suaraku di Hutan Sunyi
Kadang sulit bagiku tuk sampaikan rasa,
yang ingin kuucapkan,
tak perlu keramaian,
hanya kau dan aku,
dengan dedaunan yang berbisik,
tutup jalan setapak,
hingga sunyi menyelimuti,
tinggalkan sejenak hiruk-pikuk,
aku ingin berbagi,
terima kasih telah menemani,
jadi bintang yang bersinar,
ketika malam datang,
meski gelap menyelimuti,
kau selalu ada di sampingku,
terima kasih malam, alam, dan semua yang tenang,
aku mencintaimu sepekat hutan yang dalam
-
Langit Senja Seorang Pelaut
Pukul 17:30 aku masih mengayuh harapan, sesampainya di dermaga aku terjatuh dan bernafas, lalu air mata menetes perlahan, bahkan lagu yang ku nyanyikan tak mampu menggambarkan …
Di tengah riuh ombak yang menggulung,
Sekali lagi …
Tertinggal seuntai kisah yang sering menghantui malamnya,
Doa di tengah gelap terus ia panjatkan,
Hatinya lelah merelakan,
Dilalui lah sebuah pelayaran panjang,
Kini …
-
Dalam hening
Bagaimana mungkin kutuliskan sajak tentang cahaya bulan,
Jika hingga kini kau masih mengisi jiwa ini dengan seribu harap…
Angin yang berbisik lembut selalu membawa kabar dari jauh, bagaimana denganmu ‘cinta’,
Adakah pesan untukku dari getaran hatimu…Bila kau mau,
Bisakah kita berdua saling mendengar,
Meskipun kita berdua terdiam…
Dalam hening kuingin bersamamu seperti bintang yang menanti malam menjadi terang.
-
Rindu dalam Embun
Tiada yang mengerti keheningan tanpa suara;
Tiada yang melupakan saat embun menetes;
Ia yang hanya meresap dalam kesunyian yang hampa;
Ia yang menanti kehadiran pagi yang cerah;
Terberkatilah wahai bunga yang merekah;
Terberkati jualah jiwa yang menanggung rasa;
Meneteslah wahai harapan dari dedaunan;
Terlepaslah apa yang seharusnya terlepas;
Apakah mungkin ini hembusan kerinduan;
Yang terkurung dalam pelukan kenyataan?
Ataukah ini sekadar serpihan perasaan;
Yang terjebak di antara suka dan duka?
Yang masih belum terucapkan;
Biarlah ia tetap pada tempatnya;
Yang masih belum terungkap;
Biarlah kelak ia menjadi misteri;
Wahai kasihku dengarlah bisikan embun itu;
Wahai manisku hiruplah segar embun itu;
Jadilah penawar dalam hadirnya embun itu;
Dan biarlah aku terus terasing dalam embun itu.
-
Dialog di Antara Bintang
aku hanya berimajinasi
bahwa cahaya yang berkelip itu
adalah bentuk harapan yang tak padam
bahkan, mungkin suatu saat
dari langit yang penuh misteri ini
akan kutarik sinar dari tiap galaksi
menuju hatiku untuk sekadar mengingatkan
bahwa aku tak pernah lelah
dengan kenangan yang kau titipkan.
-
Simfoni Kesunyian
Kesunyian mulai menari di antara bintang,
Di langit malam yang kelam,
Apakah kau dengar suara angin?
Menggenggam harapan yang tak terucap?
Simfoni yang terjalin,
Mengalun di relung jiwa,
Mengubahnya menjadi debu,
Hingga sirna bersama waktu.
-
Jejak Kenangan
Jejak kenangan
sejumput embun pagi
serta secangkir teh hangat
manis dan pahit berkelindan dalam hening
mengurai cerita yang tak terucap
meski tak ada suara
setidaknya hati pernah bergetar
analogi rindu terbenam dalam sepotong harapan
-
Ketika Hening Menyapa
Ketika hening menyapa
Tak lagi kudengar denting itu..
Saat mengurai rasa dalam bait
Saat jiwaku terbenam dalam lautan kata
Tak lagi kutemui jejak-jejak kasih dan indahnya kalimat yang merangkum rasa..
Semuanya perlahan sirna
Semuanya perlahan membeku dan pudar
Saat cahaya redup dan terputus jiwaku
Saat bisu lidah yang biasa penuh akan harmoni kata
Bait..
Bait..
Hilanglah tanpa jejak
Yang siangnya tak lagi cerah
Dan malam tak lagi bergetar
Mungkin bait itu masih di sana
Hanya tertutup hati yang lapuk
Atau mungkin bait itu telah lenyap
Ditelan raga yang sudah terlalu letih
Tak ada yang lebih pilu dari ini..
Penyair yang tak lagi mampu ungkapkan suara jiwa dengan bait rindunya
Seperti jiwa yang kosong tanpa nada
Seperti hati yang mulai redup
