Rindu dalam Embun

Tiada yang mengerti keheningan tanpa suara;
Tiada yang melupakan saat embun menetes;
Ia yang hanya meresap dalam kesunyian yang hampa;
Ia yang menanti kehadiran pagi yang cerah;
Terberkatilah wahai bunga yang merekah;
Terberkati jualah jiwa yang menanggung rasa;
Meneteslah wahai harapan dari dedaunan;
Terlepaslah apa yang seharusnya terlepas;
Apakah mungkin ini hembusan kerinduan;
Yang terkurung dalam pelukan kenyataan?
Ataukah ini sekadar serpihan perasaan;
Yang terjebak di antara suka dan duka?
Yang masih belum terucapkan;
Biarlah ia tetap pada tempatnya;
Yang masih belum terungkap;
Biarlah kelak ia menjadi misteri;
Wahai kasihku dengarlah bisikan embun itu;
Wahai manisku hiruplah segar embun itu;
Jadilah penawar dalam hadirnya embun itu;
Dan biarlah aku terus terasing dalam embun itu.

, , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *