puisi tentang kesunyian malam
-
Detak Jam di Ruang Gelap
Detak jam di dinding, berbisik
seperti ingatan terpotong, suara
menyusup di antara napas
kursi tunggu puskesmas kosong
menggigil menolak selimut
ruang gelap memeluk erat
waktu yang tak bisa dijangkauLangit-langit menghitam, diam
seperti menunggu kata hampir
terucap, tapi terhenti
detik-detik menyeret malam
menggantung di ujung ingatan
tak ada yang bisa dijangkau
hanya detak yang terus …
-
Langkah di Depan Pintu
Langkah itu berhenti di depan pintu,
sejenak sunyi mengisi ruang,
suara adzan maghrib dari kejauhan,
membawa kenangan yang tak terucap,
di antara jeda, aku menunggu.Angin malam menyusup perlahan,
menggugah rasa yang hampir pudar,
di balik pintu, harap tertahan,
seperti kata yang nyaris salah,
mengisi kekosongan tanpa suara.Aku ingat saat itu,
ketika cinta adalah …
-
Glow of the Phone
In the quiet room, darkness spreads,
a screen glows with silent whispers.
Words drift like forgotten laundry,
the scent of detergent clinging,
to memories washed away.Fingers pause, hovering over letters,
as if searching for meaning lost.
The room holds its breath, waiting,
for acceptance to gently descend,
that all that's left is a memory.
-
Gerobak Nasi Goreng
Kursi-kursi berderak,
seolah mengucap selamat tinggal,
pada lantai dingin.Di kejauhan, bunyi gerobak,
mengisi malam yang kosong,
dengan aroma hangat.Seperti tamu yang pergi,
perasaan pun tak harus
selalu selesai.
-
Suara Kipas Angin Berdecit
Kipas angin berdecit, memecah malam
menyusuri dinding, meniti waktu
dalam ruang yang menunggu
pikiranku terhenti di layar
menyimak, tanpa suara balasanDetik-detik bergulir, lambat
mengisi kesunyian dengan gema
langit di luar tetap menunduk
menyerap sisa-sisa harapan
yang menetes dari ujung jemariLelah menanti, aku beranjak
cahaya pagi menyelinap lembut
menghapus malam yang panjang
dan di …
