Langkah di Depan Pintu

Langkah itu berhenti di depan pintu,
sejenak sunyi mengisi ruang,
suara adzan maghrib dari kejauhan,
membawa kenangan yang tak terucap,
di antara jeda, aku menunggu.

Angin malam menyusup perlahan,
menggugah rasa yang hampir pudar,
di balik pintu, harap tertahan,
seperti kata yang nyaris salah,
mengisi kekosongan tanpa suara.

Aku ingat saat itu,
ketika cinta adalah jawabnya,
tapi waktu mengajari kita,
bahwa tidak semua harus terjawab,
dengan perasaan yang sama.

Kini langkah itu pergi,
meninggalkan jejak yang samar,
tanpa air mata, tanpa penyesalan,
aku menyadari dalam diam,
cinta bukanlah jawabannya.

, , , , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *