Di warung kopi pinggir jalan,
malam menelan bisu,
menghitung langkah yang hilang.
Kau tahu, dompet tertinggal,
kau tahu, bukan sekadar barang,
cinta tak selalu tentang memiliki.
Di warung kopi pinggir jalan,
malam menelan bisu,
menghitung langkah yang hilang.
Kau tahu, dompet tertinggal,
kau tahu, bukan sekadar barang,
cinta tak selalu tentang memiliki.
by
Arti Faisal
Setiap detik namamu terucap, Di antara 7 bintang yang berkelip,…
Kau tahu, Aku telah lama merasakan, Tak ada perjalanan yang…
Menjelang malam, pesan terakhirdi layar, sunyi tak bertepigenteng bocor, tetesjatuh…
Kau tutup jendela dengan pelan,angin membawa bau tanah basah,seperti bisikan…
Langit kusam mendekap bumi,rintik pertama jatuh perlahan,genting tua bersuara lembut,seperti…
Di bawah atap seng, suara gemericikmengalir lembut, seakan berbisikkepada daun-daun…
Kau tahu, Aku telah lama merasakan, Tak ada perjalanan yang…
Setiap kali mentari merunduk cahaya jingga itu selalu saja membakar…
menyisir rambut di cermin kabur,seperti berdialog dengan diri sendiri,kaleng biskuit…

Leave a Reply