Jejak di Pasir

Di tengah padang yang berdebu
Angin berbisik pada setiap langkah
Kau datang membawaku cahaya
Saat bayang-bayang kesedihan menari di atas kerinduan
Kau hadirkan harapan yang cerah
Saat aku terjebak dalam sunyi yang membelenggu
Takkan pernah ku lupakan
Saat kau menuntunku ke arah terang
Saat tawamu menjadi satu-satunya pelipur laraku
Tempat Kenangan Terukir Abadi
Aku memang bukan penutur kisah yang ulung
Apalagi memberi makna pada setiap detik yang berlalu
Tapi …
Tak lepas statusku menjadi tempat kenangan terukir
Walau sering kali terabaikan
Datang hanya saat dibutuhkan
Tapi itu tak mengapa bagiku
Terima kasih sahabatku
Kalian masih menganggapku ada

, , , , , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *