Doa Subuh di Pengeras Suara

Suara doa mengalun dari pengeras masjid,
mengisi udara subuh yang masih basah.
Di kamar mandi, ember air menanti,
menggigil dalam dingin yang merayap.
Kenangan terurai di antara tetesan,
mengalir seperti doa yang tak putus,
menyentuh hati yang terjaga waspada.

Langit mulai berpendar, perlahan,
menyibak gelap dengan bisikan lembut.
Aku mendengar setiap kata yang terucap,
seolah menggenggam masa lalu yang samar.
Waktu berhenti di tepian ingatan,
membawa serta harap yang tertinggal,
membawa serta doa yang tak terjawab.

Di balik suara, ada rindu yang mengendap,
seperti embun pagi yang menetes perlahan.
Setiap detik terisi dengan harapan,
mengiringi langkah yang tak pernah diam.
Aku menyusuri lorong kenangan,
menemukan diriku di antara gema,
menemukan diriku di antara doa.

Ember air di kamar mandi, sunyi,
menyimpan cerita yang tak terucapkan.
Aku menatapnya, merasakan kehilanganku,
seperti air yang mengalir tanpa henti.
Doa subuh terus bergema di udara,
mengisi kekosongan yang ada di hati,
menemukan hangatnya kehilangan.

, , , , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *