Angin membawaku berkelana,,
ombak waktu menembus malam,,
berputar,,
dalam sunyi,,
akar menembus tanah,,
setelah hujan reda,,
nafsu dan harapan,,
cerita ini takkan usai,,
dan takkan henti,,
hingga semua sirna,,
mungkin benar kata sang pujangga,,
Tuhan lelah melihat kita,,
terjebak dalam kesombongan,,
dan berkelakar,,
seperti burung yang tak mengenal sang surya
Tetesan di Ember
Menjelang malam, pesan terakhirdi layar, sunyi tak bertepigenteng bocor, tetesjatuh…

Leave a Reply