Di bawah rintik air yang berjatuhan,
Setiap tetesnya adalah harapan,
Kau bintang …
Dari pengeras masjid, doa mengalun
Menembus kabut subuh yang tebal
Sementara gerobak …
Koin berkarat tergeletak di altar,
Wanginya dupa menyesakkan,
Doa terucap dalam nada …
Di tepi pantai yang sepi
Seorang pencari menatap ombak berlari
Ia sabar …
Di kursi plastik, sarung tergantung malas,
Kopi dingin tersisa sebelum subuh,
Menyeruput …
Langkahku terhenti di sini,
Syukur, ..sementara ini.
Banyak jalan masih samar,
Kabut-kabut …
ujung jari menari di air,
seperti bisikan angin yang datang,
hati ini …
Langkahmu mengukir di pasir pantai,
Suaramu bergetar di antara ombak,
Kau bawa …
Whispering to the wall,
the cold coffee stirs memories,
as night holds …
Aku guncangkan cangkir di genggaman, menolak beku di bibir pagi, menuntut panas …
Lalu kau temukan jejak di antara embun,
rasa hangat dari cangkir kopi,
…
Kertas terhampar, tinta memudar,
suara kipas angin berdecit,
mengisi ruang dengan sunyi.
…
Jika kau ingin ku sambut kembali
Dengan sepenuh jiwa
Aku masih terjaga …
Di kamar sebelah, tawa menggema
menggema hingga atap seng
saat hujan menari …
Bahasa ini mungkin tak sempurna,
namun lebih baik dari sepi,
meski jauh …
Sang jiwa terkurung rasa
Sang raga terhimpit waktu
Untukmu yang jauh di …
daun-daun di trotoar bergetar
menuju arah mana langkah di trotoar
yang dulu …
Ada bisikan angin,
yang melintas di antara dedaunan,
Aku tak merasakan apapun,
…
Malam itu sunyi mencekam,,,
Malam itu bagaikan embun yang beku,,,
Malam itu …
lima senja itu melintas
kerinduan membara,
impian dan asa sirna,
hilang ditelan …
Kapan kita terakhir kali merasakan sinar yang menyentuh lembah,
bersembunyi di balik …
