Lalu kau temukan jejak di antara embun,
rasa hangat dari cangkir kopi,
yang enggan sirna dalam ingatan.
Di sudut jalan yang sepi,
bayang-bayang kita bermain,
berbisik kepada angin sore.
Jalan yang kita lewati, terukir,
namun langkahmu kini redup,
bersembunyi di balik kelopak senja.

Leave a Reply