Transformasi Dalam Hening

Adakah kau mendengar sebuah cerita
Di bawah cahaya redup bulan yang bergetar?
Seonggok jiwa renta bersuara dalam kesunyian
Menghitung detik yang tersisa dalam pelukannya
Di ujung malam yang dinanti-nanti
Saat jiwa renta ini telah lelah berkelana
Dan tak lagi bersinar maupun berwajah cerah
Hanya sepi yang bisa dibawanya ke dunia lain

Pelan-pelan jiwa renta itu bangkit kembali
Dalam dahaganya ia menjelajahi
Membawa beban sepanjang perjalanan barunya
Oh jiwa renta, berubahlah menjadi burung
Jika kebodohan adalah alasanmu untuk terbang?
Apakah ketidakpastian menjadi tuntutan langkahmu?
Dan jika kematian kembali mendekat
Mampukah kau menghapuskan derita dalam kesendirianmu?

Sekali lagi jiwa renta itu harus terlepas
Tak ada lagi beban yang harus ia pikul
Hanya kebebasan yang ada dalam teriakannya
Oh jiwa renta, berubahlah menjadi elang
Tak ada lagi sakit dan derita yang kau rasa
Semua musuhmu telah kau kalahkan satu per satu
Dan jika saatnya tiba
Engkau siap menaklukkan badai yang perkasa
Dalam pertarungan terakhir, kemenangan telah kau raih
Namun waktu mampu mengabadikan namamu
Jiwa renta dirimu telah bebas dari segala ilusi
Mengalami pembaruan dan hidup dalam keabadian sebagai anak muda
Tiada lagi pengakuan suci maupun fana yang harus kau pahami
Yang ada hanyalah proses pelupaan tanpa ingatan
Jika kematian tak lagi dapat mendekatimu dan mengakhiri
Abadilah engkau dalam keesaan yang abadi

, , , , , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *