keterasinganmu sering menghapus jejak
yang kutoreh dalam hening malam
mengalirkan setiap detak jantungku
saat mengingat senyummu yang kau ukir
pada langit biru dengan bintang terindah
yang selalu menyiram kisah yang kutanam dalam bait
kuakhiri sajakku bukan karena tak peka
menyimak keadaan, maaf, berita datang terlalu mendesak
menjadi alasan mengapa sinyal yang kutinggalkan
berakhir dengan terlalu nyata
menghangatkan setiap relung jiwa
menyudahi dirimu dalam ingatan
hadirlah dengan seribu pahlawan di sampingmu,
hadirlah dengan ribuan cahaya di balik pesonamu
dan takkan mundur aku dari para pejuang yang menyusup
pada setiap helaian rambut dan desah napasmu
akan kupadamkan kenangan yang kau gores
melalui embun pagi yang menetes di kedua matamu
yang sering membuat para pahlawan terjatuh di medan perang
dengan cepatnya panah yang akan membakar bumi;
dengan api dari jiwa yang tak pernah padam
dan betapapun aku tak diinginkan dunia,
dengan mahir, aku mampu memadamkan hasrat
meski masih serupa benih harapan cukup dengan seuntai cerita
tentang redupnya bulan sebagai tanda bahwa
selalu ada kekuatan untuk menghapus sajak-sajakku
bagi para dewi penghuni angkasa
maka, akan kuterima dengan tangan terbuka
dengan rasa yang paling lapang dalam dada
sumpah serapah seluruh umat manusia
karena akulah Ardalepa; pahlawan abadi
yang hanya akan mati karena keinginanku sendiri.
Pelukku dalam Hujan
Di bawah rintik air yang berjatuhan, Setiap tetesnya adalah harapan,…

Leave a Reply