puisi tentang menemukan kedamaian
-
Kain Sarung di Kursi Plastik
Pagi merayap dalam kesunyian,
pintu terkunci dengan pelan.
Kain sarung terkulai di kursi plastik,
menyisakan jejak malam yang pergi.
Seolah berbicara pada sepi,
menggenggam manis yang menipu.Rumah ini menyimpan cerita,
di antara jendela yang tertutup.
Langit pagi terlalu biru,
menyembunyikan getir di ujungnya.
Kau tahu, rasa tak harus selesai.Kursi plastik berdiri sendiri,
seperti …
-
Closing the Laptop
The screen dims, a quiet sigh escapes,
fingers linger on the keys,
unfinished thoughts whisper,
like echoes in the hollow room.
Shoes rest on the terrace rack,
worn soles speak of journeys halted,
and I pause, listening to silence.Outside, the evening air breathes cool,
carrying remnants of unsaid words,
the soft rustle of leaves,
…
-
Pintu Terkunci di Pagi Sepi
Di pagi terlalu sepi, suara
terdengar dari balik pintu,
mengunci cerita semalam
dalam lipatan kain sarung.Kursi plastik di sudut ruang,
menyimpan jeda panjang,
seperti napas terhenti,
menunggu detak berikutnya.Pahit yang bisa diterima,
mengalir pelan di pagi ini,
seperti kopi tersisa di cangkir,
menghangatkan dinginnya pagi.Pintu terkunci, namun retakan
membuka celah pada cahaya,
…
-
Warung Kopi di Persimpangan
Di jalan yang ramai, kita berhenti sejenak
Di depan warung kopi pinggir jalan
Aroma menggoda, menyeruak di udara
Menyapa kita yang mencari arahTanya pada mereka yang duduk diam
Namun jawaban hanya angin berlalu
Kita tersenyum, meski arah tak tentu
Ada hangat dalam kebersamaanLangkah kita menyusuri jalan yang salah
Tak ada penunjuk, hanya ragu
…
-
The Jacket on the Chair
In the corner of a roadside café,
A jacket lies draped over a chair.
Its owner, long gone, left it behind…
A silent witness to stories untold.I sip my coffee, alone yet aware,
Listening to the whispers of the wind.
The absence speaks louder, yet…
In the quiet, I find my peace.
-
Names on Crumpled Paper
in the dim room, i write
your name on the paper's edge,
fingers trembling, ink hesitates
as if afraid of permanence.
kain sarung drapes the chair,
holding whispers of our past,
the plastic creaks under time's weight.i speak to the wall, careful
words barely escape my lips,
the paper crumples, discarded,
yet it carries …
-
Faded Shop Signs
In the corridor, silence stretches thin,
as the clock ticks its quiet rhythm.
The air holds the scent of waiting,
like a forgotten book on a dusty shelf.
Papers rustle like whispers of an old tale,
the chair creaks with each uncertain shift.A faded shop sign outside the window,
letters worn by countless storms,
…
-
Gelang di Bawah Tempat Tidur
Di bawah tempat tidur, gelang kecil tergeletak,
seperti gerobak nasi goreng yang sunyi,
menggantung di antara keraguan.Waktu melangkah pelan, tanpa suara,
membiarkan ruang berpikir terbuka,
gerak kita terhenti, biarkan saja.
-
Charger and Water Bucket
The cable winds and winds,
around my fingers, around my thoughts.
I seek clarity in the loops,
but the knots remain,
silent, silent… like a prayer
echoing in the tiled room,
where the water bucket sits.Repetition, repetition of days,
of breaths held in pauses,
of moments tangled in silence.
I ask, I wonder,
in …
-
Pakaian Belum Dicuci
Di sudut kamar, tumpukan kain menanti,
seperti kabel listrik melintang di udara,
menggantung harapan yang tak terucap,
menyimpan jeda di antara serat-serat,
menantikan tangan yang belum tiba.Kusampaikan isi hati dalam hening,
memohon dalam sunyi yang bergetar,
seiring waktu yang terus bergulir,
dalam ketidakpastian, kurasakan damai,
seolah Tuhan hadir di sela keraguan.
-
Doa Subuh di Pengeras Suara
Suara doa mengalun dari pengeras masjid,
mengisi udara subuh yang masih basah.
Di kamar mandi, ember air menanti,
menggigil dalam dingin yang merayap.
Kenangan terurai di antara tetesan,
mengalir seperti doa yang tak putus,
menyentuh hati yang terjaga waspada.Langit mulai berpendar, perlahan,
menyibak gelap dengan bisikan lembut.
Aku mendengar setiap kata yang terucap,
seolah …
-
Cahaya Ponsel di Malam Sunyi
Di tengah malam, layar ponsel bersinar
Mengusir gelap yang menyelimutiku
Suara anak-anak bermain petak umpet
Masih terngiang dalam ingatan yang samar
Aku tersenyum, meski hati sedikit perih
Menatap layar, seolah ada yang menatap balik
Mengulang namamu dalam sunyi yang panjangKehilangan ini tidak sepi, tidak sendiri
Ada bisik-bisik dari masa lalu
Mengajak berdamai dengan diri …
-
Chairs After Guests Depart
The rain drums softly on the tin roof,
each drop a whisper in the night.
I gather chairs, their legs scraping
against the floor—echoes of laughter
that linger still, despite the silence.
In this quiet, I send a prayer,
for those who left, and those who stay.The room feels larger now, emptier,
as if …
-
Cahaya Kulkas di Tengah Malam
Di tengah malam, pintu kulkas terbuka
Cahaya putih menari di wajahku
Seperti mimpi yang terpotong,
menggantung di antara
rak sepatu di teras
dan dengkuran malam.Langkah kaki samar,
meraba-raba rasa lapar
yang manis namun getir,
menggulung dalam keremangan
seperti ingatan
yang tak selesai.Malam menguap,
menyisakan setitik
keraguan di sudut mata.
Aku berdamai
dengan diri …
