Balon di Langit

Balon merah itu terbang tinggi
dari genggaman yang tak terlalu erat
di bawah genteng bocor, air menetes
ke dalam ember yang setia menunggu.
Kau menatapnya pergi, seolah
berbisik pada langit yang diam.

Angin membawa cerita yang tak terucap
seperti suara yang hilang di antara daun
menyusuri jalan-jalan yang tak lagi kita kenal
sambil berharap balon itu tahu jalan pulang.
Tapi kita tahu, ia akan terus melayang
melewati batas yang tak pernah kita sentuh.

Di bawah langit yang sama, kita berdiri
menyimak dunia tanpa menyentuhnya
mendengar suara yang tak lagi asing
seperti embun yang jatuh pelan di pagi hari.
Kita tertawa tanpa suara, merayakan
kepergian yang tak pernah benar-benar pergi.

Saat balon itu menjadi titik di cakrawala
kita merasakan dinginnya angin di pipi
mengajarkan arti sebuah kehilangan
yang tak lagi menuntut untuk digenggam.
Dalam hening, kita menemukan
keindahan yang tak pernah kita kira.

, , , , , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *