Di sudut kamar, tumpukan kain menanti,
seperti kabel listrik melintang di udara,
menggantung harapan yang tak terucap,
menyimpan jeda di antara serat-serat,
menantikan tangan yang belum tiba.
Kusampaikan isi hati dalam hening,
memohon dalam sunyi yang bergetar,
seiring waktu yang terus bergulir,
dalam ketidakpastian, kurasakan damai,
seolah Tuhan hadir di sela keraguan.

Leave a Reply