Di jalan yang ramai, kita berhenti sejenak
Di depan warung kopi pinggir jalan
Aroma menggoda, menyeruak di udara
Menyapa kita yang mencari arah
Tanya pada mereka yang duduk diam
Namun jawaban hanya angin berlalu
Kita tersenyum, meski arah tak tentu
Ada hangat dalam kebersamaan
Langkah kita menyusuri jalan yang salah
Tak ada penunjuk, hanya ragu
Tapi dalam diam, kita mengerti
Bahwa perjalanan ini bukan sekadar tujuan
Di persimpangan, kita berhenti lagi
Sunyi menemani tanpa bicara
Ada ketenangan dalam kekeliruan
Mengerti bahwa sunyi pun bisa menenangkan

Leave a Reply