puisi tentang menerima perubahan
-
Tikar di Bawah Langit
Di parkiran sunyi, kita berpisah tanpa suara
angin membawa aroma bensin dan daun kering
menyapu jejak langkah yang tertinggal.Tikar digelar di ruang tamu, kosong
bekas duduk yang takkan kembali
menggulung kenangan dalam lipatan.Lampu jalan menyala, menggantikan cahaya siang
mengantar malam kepada kita yang terdiam
menerima kerinduan tanpa lambaian.Langit menutup tanpa bintang, hanya …
-
Atap Seng di Kala Hujan
Di bawah atap seng, hujan berbisik
Mengetuk-ngetuk, mengisi ruang sunyi
Seperti pesanmu yang tak kunjung datang
Aku menatap layar, berharap ada jawaban
Tapi hanya ada suara hujan, menari di atap
Mengingatkanku pada tatapanmu yang dulu
Saat kita saling melihat, saling merasaRintik-rintik jatuh, menggantikan kata-kata
Nada berubah saat citra berganti
Seolah menegur, mengingatkan kembali
Bahwa …
-
Kipas Angin dan Kenangan
Di depan kipas angin berputar pelan
Rambut basah menyibak cerita lama
Menyisir angin yang tak pernah diamDi warung kopi pinggir jalan sepi
Kursi-kursi kosong menunggu pagi
Aroma biji kopi mengingatkan kembaliDalam mimpi yang samar berbisik
Ada tawa, ada harap, ada jejak
Semua terangkai dalam sunyiTersenyum di tengah kehilangan
Angin membawa pergi segala …
-
The Stopped Clock
The clock halted at twelve,
a silent witness on the wall.
I closed the laptop,
left unsaved thoughts
in the quiet room.Time paused, yet I moved
through the echoes of past days.
Bravery whispered softly,
not to reclaim what was gone,
but to embrace the stillness.
-
Gelang di Bawah Tempat Tidur
Gelang kecil terselip, tak bersuara,
di bawah tempat tidur berdebu,
seperti bisikan yang terlewat.Adzan magrib menyusup jendela,
mengisi ruang dengan doa,
dan waktu berdiam di sudut.Aku saksi yang tak diingat,
mengerti arti kehilangan,
tanpa perlu alasan.
-
Langkah di Depan Pintu
Denting langkah berhenti di depan pintu,
aku mendengar suara yang tak asing,
dari dalam, suara itu berbisik,
mengalun seperti lagu lama,
kursi tunggu di puskesmas,
menjadi saksi bisu perasaan ini.Langit di luar meredup perlahan,
suara-suara digantikan sunyi,
aku berbicara pada diriku sendiri,
dalam keheningan yang mengalir,
air mata lama menetes lagi,
mengisi ruang yang …
-
Kopi Dingin Sebelum Subuh
Dalam gelas bening berembun,
kopi dingin menunggu,
percakapan itu tiba
menyusup lewat celah pintu.
Suara-suara mengalir pelan,
menyentuh pagi yang diam,
tanpa satu jawab dariku.Langit masih memeluk kelam,
dan kata-kata mereka
menjadi angin di telinga.
Gelombang rindu terpecah,
di antara uap yang lenyap.
Aku mendengar tanpa suara,
menyimpan tanya dalam dada.Gelas bening itu …
-
Suara Tawa di Kamar Sebelah
Tawa pecah di balik dinding tipis
seperti gelombang tak beraturan
menyentuh sunyi yang menggemaAdzan magrib jauh memanggil
mengiringi senja yang beranjak
dalam hening yang merambat pelanKenangan terpecah dalam ingatan
berusaha menyusun jejak samar
sampai akhirnya menghilang begitu saja
-
Gerimis di Atap Parkir
Gerimis jatuh, berbisik di atap parkir
Mengalir perlahan, menari di udara
Di antara dua dunia, aku berdiri
Menyaksikan air membentuk cerita
Mengulang masa lalu, di setiap tetes
Mengulang kenangan, yang tak sempurna
Ember air di kamar mandi, penuh harapDi bawah atap, suara mengisi ruang
Menemani sepi yang datang bertandang
Hujan kecil, menghapus jejak langkah
…
-
Tikar di Ruang Tamu
Di atas tikar ruang tamu, aku duduk
menyaksikan sisa makan malam
terbungkus rapi dalam diam.
Lampu temaram, suara angin
mengisi celah di antara kita
tanpa kata, hanya napas tertahan.Aku mendengar detik jam berdetak
seolah takut bicara, takut pecah.
Mungkin ada yang ingin diucapkan
tapi tertahan di ujung lidah…
seperti kenangan yang tak diundang
hadir …
-
Alarm dan Kaleng Biskuit
alarm berdering, memecah waktu pagi
jemari meraba, mematikannya pelan
kamar terasa berat, menahan hari
seperti kaleng biskuit bekas, penuh kenangan
di sudut meja, menyimpan jarum dan benang
mengumpulkan sisa hari yang berlalusuara burung di luar, nyanyiannya pilu
tapi di dalam, hening menguasai
tirai jendela masih menutup erat
seperti menolak cahaya yang datang
seperti menolak …
-
Kopi Dingin Sebelum Subuh
Menyeruput kopi dingin sebelum subuh,
dalam bisik lirih diri berbicara,
gerobak nasi goreng berdentang lembut,
lapar akan makna yang hilang.Di jalan yang sepi, aku mendengar,
bisikan pagi yang tak terucap,
menerima kehilangan tanpa alasan,
seperti kopi dingin yang tak kembali hangat
-
Kopi Dingin Sebelum Subuh
Dalam mimpi, aku duduk termenung
menyeruput kopi yang sudah dingin
sebelum subuh datang menyapa pagi.
Asbak penuh abu rokok di meja,
seakan menertawakan janji yang tertinggal,
di antara kepulan asap dan kenangan.Langit gelap masih enggan berganti warna,
seperti hatiku yang menanti keikhlasan.
Kopi pahit ini mencatat cerita
tentang malam yang tak kunjung berakhir,
dan …
-
Hujan di Jendela Bus
Tetes hujan menari di kaca bus,
embun mengabur pandangan jauh.
Di luar, warung kopi pinggir jalan,
menyimpan cerita di balik asapnya,
seperti kenangan yang enggan pudar.Di dalam, seseorang duduk diam,
tatapannya menembus rinai hujan.
Keheningan mengisi ruang sempit,seolah mencari jawab yang tak kunjung datang.
Saat bus melaju, kenangan tertinggal,
rindu terhempas di antara …
-
Kopi Dingin Sebelum Subuh
Di teras/ rak sepatu memandang
Kopi dingin/ berdiam dalam cangkir
Aroma menguap/ bersahutan dengan angin
Langit gelap/ membungkus pagi
Seolah menanti/ sesuatu yang hilang
Menetap di sudut mata/ tak terucap
Menyeruput waktu/ yang bekuDetik-detik/ seperti mengalir pelan
Menyusup ke dalam/ serpihan kenangan
Ingatan terurai/ dalam hening
Tak ada jawaban/ hanya jeda
Dari kejauhan/ bisikan …
-
Kabel Listrik di Langit
Di halaman yang kosong, sapu berbisik
Menggesek tanah basah, suara riuh
Kabel listrik melintang di udara
Menggantung cerita dari masa laluLangkah terhenti, membaca catatan lama
Kata-kata nyaris salah, menari di atas kertas
Getir tersimpan di sela huruf
Seperti gema dari suara jauhRindu memanggil dari kejauhan
Namun tidak perlu kembali ke asal
Di bawah …
-
Cahaya Ponsel di Malam Sunyi
Di tengah malam, layar ponsel bersinar
Mengusir gelap yang menyelimutiku
Suara anak-anak bermain petak umpet
Masih terngiang dalam ingatan yang samar
Aku tersenyum, meski hati sedikit perih
Menatap layar, seolah ada yang menatap balik
Mengulang namamu dalam sunyi yang panjangKehilangan ini tidak sepi, tidak sendiri
Ada bisik-bisik dari masa lalu
Mengajak berdamai dengan diri …
-
Uap Kaca di Macet Panjang
Di balik kaca yang berembun, kulihat diriku
menyeka uap dengan tangan gemetar,
macet panjang menahan napas kita
kursi tunggu di puskesmas, ingatkah?
menunggu jawaban yang tak pernah datang.Khawatir, tapi tak ingin tampak rapuh
kita berbicara kepada masa lalu,
seperti hujan yang jatuh berulang,
kata-kata yang nyaris salah eja,
menari di antara keraguan dan harap.…
-
Kain Sarung di Halte
Di halte yang sunyi, kita menunggu,
Kain sarung menutupi kursi plastik,
Teman diam, menyimpan jeda panjang.Dunia lewat, tak menyapa kita,
Senyum kecil di tengah kehilangan,
Penyesalan tumbuh, bagian dari diri.
-
The Clock at Midnight
The cat slips through the open door,
A ghost in the moonlit garden,
Leaves rustle in a whispered farewell,
While the clock halts at twelve.Stars flicker in the vast, distant sky,
An echo of something once familiar,
I watch from a window, unseen,
As time pauses, holding its breath.The night stretches into endless …
-
Steam on the Windshield
The city slows to a crawl,
traffic lights blink in weary rhythm.
Hands wipe the foggy glass,
revealing glimpses of the world outside,
a forgotten biscuit tin holds needles,
threading memories with every stitch.The weight of hours drapes heavy,
a sigh escapes, unburdened.
Past grievances fade like passing cars,
forgiveness lingers in the rearview,
…
