puisi tentang perjalanan batin
-
Map di Meja Resepsionis
Mata bertemu, senyum tipis.
Map di tangan, kertas berisi harap.
Langkah menuju meja,
suara anak-anak,
petak umpet di kejauhan.
Tanya dalam hati,
akan diterima, atau tidak.Resepsionis ramah,
ucap selamat pagi,
suara lembut,
mengisi ruang.
Map di meja,
ragu mengintip,
dari retak, keindahan tumbuh.
-
Hujan di Jendela Bus
Tetes hujan menari di kaca bus,
embun mengabur pandangan jauh.
Di luar, warung kopi pinggir jalan,
menyimpan cerita di balik asapnya,
seperti kenangan yang enggan pudar.Di dalam, seseorang duduk diam,
tatapannya menembus rinai hujan.
Keheningan mengisi ruang sempit,seolah mencari jawab yang tak kunjung datang.
Saat bus melaju, kenangan tertinggal,
rindu terhempas di antara …
-
Bus dan Hujan di Jendela
Di dalam mimpi, bus melaju pelan,
jendela berembun, hujan menari pelan,
aku menatap keluar, samar-samar,
jam dinding berhenti di angka dua belas,
waktu menggantung, seperti perasaan ini,
takut terlihat rapuh di tengah kerumunan.Deru mesin bus, irama yang menenangkan,
tapi ada resah yang menjalar di dalam,
seperti hujan yang tak kunjung reda,
menyimpan jeda panjang …
-
Shopping List Reflections
The paper crumples beneath my pen,
a list of needs, a list of dreams.
Outside, the motor's hum whispers,
through the window, fleeting shadows dance,
and I feel eyes watching, waiting.I write and rewrite, forgetting nothing,
forgetting nothing, yet leaving all behind.
The store's neon glow flickers from afar,
a promise of fulfillment, yet …
-
Flickering Streetlight
Under the flickering streetlight's gaze,
we wander through echoes of wrong turns,
each step a question, each pause a sigh,
the night air heavy with unspoken words,
as harsh sounds clash with soft whispers.Your eyes search for signs in the dark,
while I sense the weight of our silence,
the city's hum a distant, …
-
Uap di Kaca Mobil
Di balik uap kaca yang mengabur,
suara orang lain berbisik pelan
tentang perjalanan yang tak kunjung tiba.Lampu jalan berkedip pelan,
menyeka jejak hujan yang tertinggal
di atas jalanan yang penuh harap.Kata-kata tersembunyi dalam desah mesin,
mengalir tanpa batas, menyatukan kalimat
yang tak pernah sempat terucap.Macet panjang adalah waktu yang terhenti,
penyesalan mengintip …
-
Steam on the Windshield
The city slows to a crawl,
traffic lights blink in weary rhythm.
Hands wipe the foggy glass,
revealing glimpses of the world outside,
a forgotten biscuit tin holds needles,
threading memories with every stitch.The weight of hours drapes heavy,
a sigh escapes, unburdened.
Past grievances fade like passing cars,
forgiveness lingers in the rearview,
…
-
Nama di Kertas
kertas putih kusut di meja,
tulisan nama yang pudar,
seperti ingatan yang berlalu,
tak lagi menuntut tempat,
suara adzan magrib dari kejauhan,
mengiringi detik yang perlahan.bercerita kepada kertas,
tentang kenangan yang terpotong,
huruf-huruf kecil berbisik,
berharap dibaca sekali lagi,
tapi tangan ini memilih,
membuangnya ke dalam angin.di sudut hati yang sunyi,
ada rindu …
-
Raindrops on a Foggy Window
Drops race down glass, a silent race,
whispers of journeys left untold.
Bus hums a familiar tune,
passengers lost in their own worlds,
the foggy window a canvas of dreams.Gaze through the misty pane,
seek meaning in the scattered rain.
Hands clutch a warm, clear glass,
condensation trickles down,
fingers trace patterns of forgotten …
-
Cahaya Kulkas di Tengah Malam
Di tengah malam, pintu kulkas terbuka
Cahaya putih menari di wajahku
Seperti mimpi yang terpotong,
menggantung di antara
rak sepatu di teras
dan dengkuran malam.Langkah kaki samar,
meraba-raba rasa lapar
yang manis namun getir,
menggulung dalam keremangan
seperti ingatan
yang tak selesai.Malam menguap,
menyisakan setitik
keraguan di sudut mata.
Aku berdamai
dengan diri …
