puisi tentang waktu yang berhenti
-
Jam Dinding di Angka Dua
Malam merayap masuk tanpa suara,
seperti pesanmu yang kubaca ulang,
huruf-huruf kecil berderet ragu,
jam dinding berhenti di angka dua belas,
menyimpan waktu yang tak bergerak.Kata-kata kita melayang,
dalam ruang yang tak berujung,
menghidupkan kembali harap,
yang dulu kita bisikkan pelan,
sebelum pagi menghapus jejaknya.Aku berbicara pada masa lalu,
tanpa menuntut jawaban pasti,
…
-
Jam Dinding di Angka Dua
Dari jendela bus, kulihat layar itu padam
Tangan menggenggam erat, menutup dengan ragu
Senyum tersungging, menyembunyikan bimbang
Detik-detik terhenti, jam dinding di angka dua belas
Titik-titik… menyisakan ruang tanpa suaraDi luar, jalan berkelok tanpa akhir
Roda berputar, membawa kita entah ke mana
Sebuah perjalanan, tanpa panduan pasti
Mungkin dunia memang berjalan sendiri
Sementara kita …
-
Jam Dinding di Ruang Tunggu
Di ruang tunggu ini, waktu terhenti
jam dinding tak bergerak, berhenti
pada angka dua belas, tak bergeming.
Suara sepatu beradu lantai, berbisik
mengisi sunyi yang melingkar di udara.
Ada yang menanti, ada yang bertanya
tanpa suara, hanya tatap mata.Kursi-kursi berderet, dingin dan kaku,
dingin dan kaku, menampung resah
dari mereka yang datang dan pergi.
…
-
Gelas Bening Berembun
Di lorong ini, aku menunggu, menunggu
seperti gelas bening berembun, menggenggam dingin
yang tak kunjung pudar dalam diam.Kata-kata meluncur, mencari telinga, telinga
yang tak pernah menjawab, hanya gema
menyadarkanku, bahagia tak selalu utuh.
-
The Stopped Clock
In the dark, the phone's glow flickers,
words scatter like forgotten dreams.
I speak to the wall, it listens,
the clock stands still at twelve.Pause between breaths, searching,
the silence cradles my whispers.
I reach for echoes of laughter,
but find only quiet shadows.Memory fragments, like shattered glass,
reflect faces I no longer …
-
Jam Dinding di Angka Dua
Di ruang sepi, hati menunggu,
detik terasa lambat, melingkar terus,
jam dinding berhenti di angka dua belas,
seolah ingin menyimpan waktu,
satu pesan yang tak tiba,
menggantung di udara, tak berjejak,
menyisakan sunyi yang tak terjawab.Menulis dari dalam kenangan,
menulis dari dalam harapan,
yang tak kunjung pudar,
setiap huruf mengendap,
seperti debu di jendela,
…
-
Waiting for the Lift
The rain taps gently on the tin roof,
a soft rhythm echoing in my chest.
I speak your name in silent prayer,
hoping the lift will carry my words,
to where you stand, waiting.The metal doors remain closed,
the air thick with paused moments.
I imagine your face, eyes searching,
for answers in the …
-
Jam Dinding Toko Kain
toko ini sepi, ibu memilih kain
aku duduk di ruang tunggu
jam dinding berhenti di angka dua belasdingin menyelusup dari lantai keramik
senyum penjaga toko tersamar
seolah kita bukan tamu pertama hari inisepi ini mengundang tawa kecil
luka lama yang tak sembuh
tertawa di antara kain-kain berwarna
-
Bus dan Hujan di Jendela
Di dalam mimpi, bus melaju pelan,
jendela berembun, hujan menari pelan,
aku menatap keluar, samar-samar,
jam dinding berhenti di angka dua belas,
waktu menggantung, seperti perasaan ini,
takut terlihat rapuh di tengah kerumunan.Deru mesin bus, irama yang menenangkan,
tapi ada resah yang menjalar di dalam,
seperti hujan yang tak kunjung reda,
menyimpan jeda panjang …
