Di bawah lampu jalan yang redup,
langkah-langkah bergetar pelan,
dari arah berlawanan datang,
sosok asing tersenyum lembut,
tangannya memegang harapan,
menghapuskan sejenak cemas.
Berderak suara hujan di atap,
rintik-rintik mengetuk pelan,
seolah mendendangkan nyanyian,
bersama detak jantungku,
berirama dengan langkahnya,
menuju tempat yang lebih terang.
Sapuan angin malam membelai,
mengalirkan rasa yang tenang,
wajah-wajah berlalu dalam diam,
terasa hangat dalam senyuman,
seperti sebuah janji halus,
yang tak terucap namun terasa.

Leave a Reply