Di balik suara radio tua yang bergetar lembut
terdengar alunan nostalgia dalam harmoni waktu
seperti bakul sayur yang menggelinding di trotoar
membawa kisah para pelukis langit biru
yang dengan sabar menggambar harapan dalam debu
di antara derai tawa yang menyiratkan kegelapan
dan bayangan yang menari di sudut pikiran.
Ketika nada mulai memudar dalam kerasnya angin
cinta terjebak dalam diskusi tanpa akhir di udara
seolah kita mengumpulkan serpihan bait-bait hampa
yang mengisi ruang kosong dalam jiwa yang melawan
menanti saat ketika langit menampakkan wajahnya
dan tanpa terasa kita merangkul takdir yang asing
dalam keheningan yang mengajarkan arti melepaskan.

Leave a Reply