Wahai bulan yang merindu,
Dalam sepi aku hanya menyimpan harap yang terikat,
Itupun jauh dari jalur takdir yang selalu kupegang erat dan pada akhirnya mencintaimu dalam doa yang tak henti kuucap…
Entah mimpi apa yang akan dibawa angin malam padaku,
Yang pasti aku berharap kau hadir di dalamnya,
Selamat malam,
Kekasihku,
Selamat beristirahat untukmu…
Kau tahu rindu,
Perasaan yang berkilau hangat di dalam jiwa,
Saat embun menari di sekelilingku dan tak kunjung membawa kabar tentangmu…
Di Ujung Senja
Senyap sore menanti mentari yang redup … Kini semakin tenggelam…

Leave a Reply